Begini Tanda-tanda Anak Mulai Kecanduan Gadget
- 30 Jun 2026 16:23 WIB
- Banda Aceh
RRI.CO.ID, Banda Aceh – Orang tua perlu mengenali sejak dini tanda-tanda anak mulai mengalami kecanduan gadget agar dampak negatifnya terhadap kesehatan fisik, emosional, dan perkembangan sosial dapat dicegah.
Sekretaris Rumah Lentera Habibi, Ahmad Safri, dalam perbincangan bersama Pro 2 RRI Banda Aceh, Minggu 28 Juni 2026, mengatakan salah satu indikator paling mudah dikenali adalah munculnya reaksi emosional berlebihan ketika penggunaan gadget dibatasi.
Menurut Ahmad Safri, anak yang marah, menangis, atau mengalami tantrum saat diminta meletakkan telepon genggam untuk makan, beribadah, maupun melakukan aktivitas lainnya patut mendapat perhatian dari orang tua.
"Ketika gadget diambil lalu anak langsung marah atau tantrum, itu bisa menjadi salah satu tanda awal kecanduan gadget," ujarnya.
Selain itu, Ahmad Safri menjelaskan anak yang mulai mengurangi interaksi dengan keluarga maupun teman sebaya dan lebih memilih menghabiskan waktu di depan layar juga perlu diwaspadai. Kondisi tersebut menunjukkan dunia digital mulai menggantikan interaksi sosial yang seharusnya menjadi bagian penting dalam proses tumbuh kembang anak.
Ia menambahkan, perubahan pola tidur juga menjadi indikator yang tidak boleh diabaikan. Anak yang terbiasa tidur lebih larut karena bermain gim atau menggunakan media sosial umumnya akan mengalami kesulitan bangun pada pagi hari, mudah mengantuk, serta mengalami penurunan konsentrasi saat belajar di sekolah.
"Anak-anak membutuhkan waktu istirahat yang cukup. Jika mereka terus bermain gadget hingga larut malam, dampaknya bukan hanya pada kesehatan, tetapi juga terhadap kemampuan belajar dan aktivitas sehari-hari," katanya.
Menurut Ahmad Safri, perubahan kondisi emosional juga menjadi tanda lain yang perlu dikenali. Anak yang merasa gelisah, tidak nyaman, atau mudah marah ketika tidak memegang gadget menunjukkan adanya ketergantungan terhadap perangkat digital.
Bahkan, rasa panik ketika baterai telepon genggam habis atau tidak memiliki akses internet dapat menjadi sinyal bahwa penggunaan gadget sudah tidak lagi berada pada batas yang sehat.
Karena itu, Ahmad Safri mengimbau para orang tua untuk tidak hanya membatasi durasi penggunaan gadget, tetapi juga membangun komunikasi yang baik dengan anak serta menyediakan lebih banyak aktivitas di dunia nyata, seperti bermain bersama keluarga, berolahraga, membaca, maupun mengikuti kegiatan sosial.
Ia menegaskan, pendampingan yang konsisten dari orang tua menjadi langkah penting agar anak mampu memanfaatkan teknologi secara bijak tanpa kehilangan kesempatan untuk berkembang melalui interaksi sosial, aktivitas fisik, dan pengalaman belajar di lingkungan sekitarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....