Do'a Nabi Muhammad agar Betah di Tanah Rantauan
- 30 Jun 2026 14:04 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Merantau bukanlah perkara mudah. Jauh dari keluarga, meninggalkan kampung halaman, hingga harus beradaptasi dengan lingkungan baru sering kali menimbulkan rasa rindu dan tidak nyaman. Perasaan tersebut juga pernah dialami oleh Rasulullah SAW dan para sahabat ketika hijrah dari Makkah ke Madinah.
Namun, di tengah kerinduan itu, Rasulullah SAW mengajarkan sebuah doa yang berisi permohonan agar Allah menumbuhkan rasa cinta terhadap tempat tinggal baru. Doa ini menjadi pelajaran bahwa seorang Muslim tidak hanya diperintahkan untuk bersabar di tanah rantauan, tetapi juga dianjurkan memohon kepada Allah agar diberikan ketenangan dan kenyamanan menjalani kehidupan di tempat tersebut.
Kerinduan Rasulullah SAW kepada Makkah
Peristiwa hijrah dari Makkah ke Madinah merupakan salah satu fase terberat dalam kehidupan Rasulullah SAW. Beliau harus meninggalkan kota kelahirannya yang sangat dicintai demi menjalankan perintah Allah SWT.
Setibanya di Madinah, sebagian sahabat mengalami demam dan kesulitan beradaptasi dengan kondisi lingkungan yang berbeda. Situasi ini membuat Rasulullah SAW memanjatkan doa agar Allah menjadikan Madinah sebagai tempat yang dicintai oleh beliau dan para sahabat.
Doa tersebut diriwayatkan dalam hadis sahih.
اللَّهُمَّ حَبِّبْ إِلَيْنَا الْمَدِينَةَ كَحُبِّنَا مَكَّةَ أَوْ أَشَدَّ، اللَّهُمَّ بَارِكْ لَنَا فِي صَاعِنَا وَفِي مُدِّنَا، وَصَحِّحْهَا لَنَا، وَانْقُلْ حُمَّاهَا إِلَى الْجُحْفَةِ
Artinya:
"Ya Allah, jadikanlah Madinah kami cintai sebagaimana kami mencintai Makkah, bahkan lebih dari itu. Ya Allah, berkahilah takaran sha' dan mud kami, sehatkanlah Madinah bagi kami, dan pindahkanlah wabah demamnya ke Juhfah." (HR. Al-Bukhari dan Muslim).
Makna Doa agar Betah di Perantauan
Doa Rasulullah SAW tersebut bukan sekadar memohon rasa nyaman tinggal di suatu tempat. Para ulama menjelaskan bahwa doa ini mengandung beberapa pelajaran penting. Pertama, Islam mengakui bahwa mencintai kampung halaman adalah fitrah manusia. Rasulullah SAW sendiri sangat mencintai Makkah, sehingga kerinduan kepada tanah kelahiran bukanlah sesuatu yang tercela. Kedua, ketika takdir mengharuskan seseorang tinggal di tempat lain, seorang Muslim dianjurkan memohon kepada Allah agar diberikan kemampuan mencintai lingkungan barunya. Dengan demikian, ia dapat menjalani kehidupan, bekerja, belajar, maupun berdakwah dengan hati yang lapang. Ketiga, doa tersebut juga mengajarkan agar seseorang tidak hanya meminta kenyamanan, tetapi juga keberkahan dan kesehatan di tempat tinggalnya. Sebab, tempat yang nyaman tanpa keberkahan tidak akan menghadirkan ketenteraman yang hakiki.
Relevan bagi Perantau Masa Kini
Doa Rasulullah SAW sangat relevan bagi masyarakat modern. Banyak orang harus meninggalkan kampung halaman demi menempuh pendidikan, bekerja, menjalankan tugas negara, atau membangun kehidupan bersama keluarga di daerah lain.
Rasa kesepian, homesick, hingga sulit beradaptasi merupakan pengalaman yang lazim dialami para perantau. Dalam kondisi seperti ini, doa Rasulullah SAW menjadi pengingat bahwa meminta pertolongan kepada Allah adalah bagian dari ikhtiar.
Selain berdoa, Islam juga mengajarkan untuk membangun hubungan baik dengan masyarakat sekitar, menjaga silaturahmi, aktif dalam kegiatan yang bermanfaat, serta tetap menjalin komunikasi dengan keluarga di kampung halaman. Langkah-langkah tersebut dapat membantu seseorang lebih mudah beradaptasi dan menemukan kenyamanan di lingkungan baru.
Pada akhirnya, rumah bukan hanya tentang tempat asal, tetapi juga tempat di mana Allah menghadirkan ketenangan, keberkahan, dan kesempatan untuk beribadah serta berbuat kebaikan. Karena itu, setiap kali berada di tanah rantauan, tidak ada salahnya mengamalkan doa yang diajarkan Rasulullah SAW agar hati menjadi lapang, kehidupan dipenuhi keberkahan, dan tempat tinggal baru terasa seperti rumah sendiri.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....