Ibu Rumah Tangga Sulap Perca Kain Jadi Produk Bernilai Ekonomi
- 29 Jun 2026 09:30 WIB
- Gorontalo
RRI.CO.ID, Gorontalo – Limbah perca kain yang selama ini kerap dianggap tidak bernilai, disulap menjadi produk kerajinan bernilai ekonomi melalui program pengabdian kepada masyarakat bertajuk Ruang Rona Puan. Sebanyak 16 ibu rumah tangga mengikuti pelatihan pengolahan perca kain dan pembukuan usaha menjahit selama dua hari, 20–21 Juni 2026.
Program yang didukung penuh oleh Direktorat Penelitian dan Pengabdian kepada Masyarakat (DPPM) Kementerian Pendidikan Tinggi, Sains, dan Teknologi ini mengusung konsep ekonomi sirkular dengan memanfaatkan limbah tekstil sebagai bahan baku berbagai produk kerajinan.
Ketua program, Dr. Hariana, S.Pd., M.Ds., mengatakan kegiatan tersebut dirancang untuk meningkatkan keterampilan sekaligus mendorong kemandirian ekonomi perempuan melalui pemanfaatan limbah yang selama ini belum dioptimalkan.
"Program ini lahir dari kepedulian terhadap potensi besar yang dimiliki para ibu rumah tangga sekaligus keprihatinan atas limbah perca kain dari usaha jahit yang belum termanfaatkan dengan baik. Kami ingin mengubah limbah menjadi peluang usaha yang bernilai ekonomi," kata Hariana.
Pada hari pertama, peserta memperoleh materi mengenai teknologi pencacahan kain yang disampaikan Dr. Ir. Trifandi Lasalewo, ST., MT. Para peserta tidak hanya mempelajari teori, tetapi juga mempraktikkan penggunaan alat pencacah kain sebagai inovasi untuk menghasilkan bahan baku kerajinan yang lebih mudah diolah.
Pelatihan kemudian dilanjutkan dengan praktik membuat berbagai produk dari hasil cacahan kain, seperti isian bantal dekoratif hingga lekapan perca pada busana. Tim mahasiswa yang terlibat sebagai pendamping turut membantu peserta selama proses praktik sehingga suasana belajar berlangsung interaktif.

Kegiatan juga menghadirkan pelaku usaha jahit, Citra Dewi Musa, S.Pd., pemilik Usaha Jahit Citra Modeste. Ia membagikan pengalaman mengolah limbah perca dari usahanya menjadi berbagai produk yang memiliki nilai jual, sekaligus memotivasi peserta untuk melihat limbah sebagai peluang bisnis.
Memasuki hari kedua, fokus pelatihan bergeser pada penguatan manajemen usaha. Peserta mendapatkan materi tentang pembukuan sederhana dan pengelolaan keuangan usaha menjahit agar mampu menghitung biaya produksi, keuntungan, dan mengembangkan usaha secara berkelanjutan.
Materi tersebut disampaikan oleh Sri Hardianti, S.Pd., M.Pd., Gr. yang menekankan pentingnya literasi keuangan bagi pelaku usaha mikro, terutama ibu rumah tangga yang menjalankan usaha dari rumah. Menurutnya, keterampilan produksi perlu diimbangi dengan kemampuan mengelola keuangan agar usaha dapat berkembang.
Melalui program Ruang Rona Puan, tim pelaksana berharap lahir lebih banyak perempuan yang mampu mengembangkan usaha kreatif berbasis ekonomi sirkular. Selain mengurangi limbah tekstil, kegiatan ini diharapkan dapat membuka peluang usaha baru dan meningkatkan pendapatan keluarga melalui produk kerajinan bernilai ekonomi. (RA)
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....