Direktur Kepatuhan Pialang Berjangka Willy Filosofia Ingatkan Ancaman Inflasi
- 28 Jun 2026 17:55 WIB
- Surabaya
RRI.CO.ID, Surabaya – Pelemahan nilai tukar rupiah yang diikuti kenaikan harga sejumlah kebutuhan pokok kembali menjadi perhatian masyarakat. Kondisi ini dinilai berdampak langsung terhadap daya beli, terutama bagi kelompok berpenghasilan tetap dan pelaku usaha kecil yang harus menghadapi kenaikan biaya hidup di tengah pendapatan yang tidak bertambah.
Dalam program dialog Beranda Asta Cita dengan teman Inflasi-Investasi, Minggu, 28 Juni 2026, Direktur Kepatuhan Pialang Berjangka, Willy Filosofia mengatakan tekanan terhadap rupiah tidak hanya berdampak pada sektor keuangan, tetapi juga berimbas pada kehidupan sehari-hari masyarakat melalui kenaikan harga barang dan jasa.
“Ketika rupiah mengalami tekanan, biaya impor menjadi lebih mahal. Kondisi ini pada akhirnya memengaruhi harga berbagai kebutuhan masyarakat dan dapat memicu inflasi,” ujarnya.
Menurutnya, masyarakat perlu memahami bahwa inflasi bukan sekadar kenaikan harga sesaat, melainkan penurunan daya beli yang dapat memengaruhi kondisi ekonomi keluarga apabila tidak diantisipasi dengan baik.
“Yang paling penting adalah bagaimana masyarakat mampu mengelola keuangan secara bijak, menyusun prioritas kebutuhan, dan tidak melakukan pengeluaran yang bersifat konsumtif di tengah situasi ekonomi yang belum stabil,” katanya.
Willy menambahkan, literasi keuangan menjadi salah satu kunci menghadapi tekanan ekonomi. Masyarakat diimbau mulai membangun dana darurat dan memahami instrumen investasi yang aman dan sesuai dengan profil risiko masing-masing.
“Jangan mudah tergiur dengan tawaran investasi yang menjanjikan keuntungan besar dalam waktu singkat. Dalam situasi ekonomi yang penuh ketidakpastian, masyarakat justru harus lebih berhati-hati dalam mengambil keputusan keuangan,” ujarnya.
Di sisi lain, kenaikan harga kebutuhan pokok juga menjadi tantangan bagi pelaku usaha mikro dan kecil. Biaya produksi yang meningkat membuat sebagian pelaku usaha terpaksa menaikkan harga jual, meskipun berisiko menurunkan daya beli konsumen.
Willy menilai diperlukan sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, dan masyarakat untuk menjaga stabilitas ekonomi nasional. Pemerintah diharapkan terus menjaga pasokan dan stabilitas harga, sementara masyarakat perlu meningkatkan kemampuan mengelola keuangan keluarga.
“Situasi seperti ini memang menimbulkan kekhawatiran, tetapi tidak perlu disikapi dengan panik. Karena yang dibutuhkan adalah perencanaan keuangan yang baik dan kemampuan beradaptasi terhadap perubahan ekonomi,” jelasnya.
Kondisi pelemahan rupiah dan kenaikan harga menjadi pengingat bahwa ketahanan ekonomi keluarga tidak hanya bergantung pada besarnya pendapatan, tetapi juga pada kemampuan masyarakat dalam mengelola keuangan dan mengambil keputusan ekonomi secara bijak.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....