Ini akibat Orangtua Jadikan Smartphone Sebagai Babysitter di Rumah

  • 27 Jun 2026 08:35 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Fenomena kecanduan gawai atau gadget pada anak usia dini kini kian mengkhawatirkan dan menjadi tantangan besar bagi institusi keluarga. Banyak orang tua secara tidak sadar membentuk kebiasaan buruk ini sejak anak mereka masih bayi.

Hal tersebut disampaikan dalam dialog interaktif yang disiarkan oleh RRI Pro 4 Makassar bekerja sama dengan UPT PKD Universitas Muslim Indonesia (UMI), Jum'at 26 Juni 2026. Dalam pemaparannya, Dr. Ardi, S.H., M.H., selaku dosen Fakultas Agama Islam UMI, menyoroti bagaimana pola asuh modern kerap keliru dalam memanfaatkan teknologi.

" Orang tua zaman sekarang dinilai sering mencari jalan pintas yang instan untuk menenangkan anak yang sedang rewel. Alih-alih memberikan dekapan hangat atau mengajak berkomunikasi, gawai justru menjadi solusi utama yang paling sering diberikan kepada anak," ucap Ardi.

Ardi menjelasksn kondisi tersebut membuat fungsi utama telepon genggam bergeser dari alat komunikasi menjadi pengasuh anak digital di dalam rumah. Anak-anak menjadi lebih akrab dengan layar kaca dibandingkan dengan interaksi sosial nyata bersama anggota keluarga lainnya. Pola seperti ini jika dibiarkan terus-menerus akan merusak hubungan emosional yang seharusnya terbangun kuat antara anak dan orang tua.

"Anal-anak yang terbiasa diberikan gawai sejak kecil akan mengalami kesulitan dalam mengontrol emosi mereka saat beranjak dewasa. Mereka cenderung menjadikan ruang digital sebagai pelarian utama dari segala bentuk ketidaknyamanan. Oleh karena itu, penting bagi lingkungan keluarga untuk mengevaluasi kembali peran teknologi yang diberikan kepada anak-anak," kata Ardi.

Dr. Ardi, S.H., M.H. menegaskan dalam kutipan langsungnya mengenai fenomena ini Ternyata setelah ditelusuri sejak kecil kalau anaknya menangis itu langsung dikasih handphone, anaknya rewel dikasih handphone, anak tidak mau makan dikasih handphone, akhirnya handphone menjadi babysitter yang paling murah dan paling sibuk di rumah. Padahal anak sebenarnya tidak membutuhkan jaringan internet, anak itu yang lebih dibutuhkan itu adalah jaringan hati dari orang tuanya.

Lebih lanjut bahwa pemulihan anak yang sudah telanjur kecanduan memerlukan pendekatan yang kreatif dan konsisten. Orang tua tidak bisa hanya sekadar melarang tanpa memberikan alternatif kegiatan lain yang menarik bagi anak. Pengalihan energi melalui aktivitas fisik dinilai menjadi salah satu jalan keluar terbaik yang bisa diterapkan.

Sebagai penutup, dialog tersebut mengajak seluruh orang tua untuk mulai membatasi penggunaan gawai secara bijaksana saat berada di rumah. Kehadiran utuh dari figur ayah dan ibu secara psikologis jauh lebih bernilai bagi tumbuh kembang anak dibandingkan konten digital apa pun. Hubungan yang harmonis di dunia nyata tetap menjadi pondasi utama dalam membentengi moral generasi muda.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....