Side Hustle Jadi Andalan Generasi Muda Menambah Penghasilan

  • 13 Jun 2026 19:30 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Memiliki satu pekerjaan kini tidak lagi menjadi pilihan utama bagi sebagian anak muda Indonesia. Di tengah meningkatnya biaya hidup dan kebutuhan finansial yang semakin beragam, banyak generasi muda mulai menjalankan pekerjaan sampingan atau side hustle sebagai sumber penghasilan tambahan.

Fenomena ini terlihat dari semakin banyaknya pekerja yang memanfaatkan waktu di luar jam kerja untuk berjualan secara daring, menjadi kreator konten, membuka jasa desain grafis, hingga menjalankan bisnis kecil-kecilan melalui media sosial.

Bagi sebagian orang, side hustle bukan lagi sekadar hobi yang menghasilkan uang, melainkan strategi untuk mencapai tujuan keuangan yang sulit diwujudkan hanya dengan mengandalkan satu sumber pendapatan.

Menurut laporan Deloitte Gen Z and Millennial Survey, tekanan ekonomi menjadi salah satu alasan utama generasi muda mencari penghasilan tambahan. Tingginya biaya hidup, kebutuhan investasi, hingga keinginan memiliki dana darurat mendorong banyak pekerja untuk mencari sumber pendapatan di luar pekerjaan utama mereka.

"Generasi muda semakin menyadari pentingnya memiliki lebih dari satu sumber pemasukan untuk menghadapi ketidakpastian ekonomi," tulis laporan tersebut.

Perkembangan teknologi digital turut mempercepat tren ini. Kehadiran berbagai platform digital memungkinkan seseorang menghasilkan uang tanpa harus meninggalkan pekerjaan utamanya. Mulai dari menjadi afiliasi produk, membuka toko daring, hingga menawarkan jasa secara freelance dapat dilakukan hanya melalui telepon pintar.

Penelitian yang dipublikasikan dalam Journal of Business and Entrepreneurship menunjukkan bahwa ekonomi digital telah membuka peluang baru bagi masyarakat untuk memperoleh pendapatan tambahan dengan modal yang relatif kecil. Fleksibilitas waktu dan kemudahan akses menjadi faktor utama yang membuat side hustle semakin diminati.

Meski demikian, para ahli mengingatkan bahwa menjalankan dua pekerjaan sekaligus juga memiliki tantangan tersendiri. Risiko kelelahan fisik maupun mental dapat muncul apabila seseorang tidak mampu mengatur waktu antara pekerjaan utama dan pekerjaan sampingan.

Psikolog menyebut fenomena ini sebagai konsekuensi dari meningkatnya tuntutan ekonomi modern. Di satu sisi, side hustle memberikan peluang untuk meningkatkan kesejahteraan finansial. Namun di sisi lain, kondisi tersebut dapat memicu stres apabila tidak dibarengi dengan manajemen waktu yang baik.

"Memiliki penghasilan tambahan memang menguntungkan, tetapi keseimbangan antara pekerjaan dan kehidupan pribadi tetap harus menjadi perhatian," kata sejumlah pakar ketenagakerjaan dalam berbagai kajian mengenai tren pekerjaan modern.

Di Indonesia, tren side hustle diperkirakan akan terus berkembang seiring meningkatnya penetrasi internet dan ekonomi digital. Banyak anak muda kini tidak lagi melihat pekerjaan sebagai satu-satunya sumber penghasilan, melainkan sebagai bagian dari strategi membangun stabilitas finansial jangka panjang.

Fenomena ini menunjukkan perubahan pola pikir generasi muda terhadap dunia kerja. Jika sebelumnya seseorang dianggap sukses dengan memiliki pekerjaan tetap, kini keberhasilan finansial mulai diukur dari kemampuan menciptakan berbagai sumber pendapatan secara bersamaan.

Dengan kondisi ekonomi yang terus berubah, side hustle tampaknya bukan lagi sekadar tren sesaat, melainkan telah menjadi bagian dari gaya hidup generasi muda masa kini.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....