BNN Dorong Pendidikan Anti Narkoba sejak Dini Lewat Kurikulum Sekolah
- 04 Jun 2026 11:41 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe – Upaya melindungi generasi muda dari bahaya narkoba terus dilakukan Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Lhokseumawe. Salah satunya melalui rencana penerapan Program Integrasi Kurikulum Anti Narkoba (IKAN) di sekolah, khususnya untuk siswa Sekolah Dasar (SD) dan Sekolah Menengah Pertama (SMP).
Penyuluh Narkoba Ahli Pratama BNN Kota Lhokseumawe, Aprifandi, S.I.Kom., mengatakan program ini dirancang agar siswa bisa mendapatkan pemahaman tentang bahaya narkoba tanpa harus menerima tambahan mata pelajaran baru.
Menurut Aprifandi, materi anti narkoba nantinya akan disisipkan ke dalam pelajaran yang sudah ada, seperti Pendidikan Kewarganegaraan (PKN) dan Pendidikan Jasmani, Olahraga, dan Kesehatan (PJOK). Dengan cara ini, siswa tetap bisa belajar seperti biasa sambil mendapatkan edukasi tentang pentingnya menjauhi narkoba.
"Konsepnya adalah penyisipan materi dalam pelajaran yang sudah berjalan. Jadi tidak ada tambahan jam pelajaran baru bagi siswa," ujarnya dalam dialog interaktif SANKSI di Pro 1 RRI Lhokseumawe, Rabu, 3 Juni 2026.
Ia menjelaskan, materi yang diberikan akan disesuaikan dengan usia siswa. Untuk anak-anak kelas awal SD, penyampaian materi lebih banyak menggunakan media visual seperti poster dan gambar edukatif. Sementara untuk siswa yang lebih besar, materi akan mulai membahas jenis-jenis narkoba, dampaknya, serta cara melindungi diri dari penyalahgunaan narkoba.
Agar lebih menarik, BNN juga sedang menyiapkan materi edukasi berbentuk animasi yang diharapkan lebih mudah dipahami oleh anak-anak di era digital saat ini.
Aprifandi menilai pendidikan sejak dini menjadi langkah penting karena wilayah Lhokseumawe dan Aceh Utara memiliki tantangan tersendiri terkait peredaran narkoba. Kawasan pesisir yang cukup luas kerap dimanfaatkan sebagai jalur masuk barang terlarang, sehingga upaya pencegahan perlu dilakukan dari berbagai sisi, termasuk melalui dunia pendidikan.
Saat ini BNN Kota Lhokseumawe bersama Dinas Pendidikan Kota Lhokseumawe sedang menyusun petunjuk teknis pelaksanaan program tersebut. Jika berjalan sesuai rencana, kurikulum integrasi anti narkoba akan mulai diuji coba pada triwulan ketiga tahun 2026.
Selain sekolah, BNN juga mengajak para orang tua untuk ikut berperan aktif dalam mengawasi dan mendampingi anak-anak mereka. Orang tua diharapkan tidak ragu mencari bantuan apabila melihat perubahan perilaku yang mencurigakan pada anak.
BNN menegaskan bahwa layanan asesmen dan rehabilitasi bagi penyalahguna narkoba yang datang secara sukarela dapat diakses tanpa biaya. Karena itu, masyarakat diimbau untuk tidak takut berkonsultasi apabila membutuhkan bantuan.
Menjelang libur sekolah, BNN Kota Lhokseumawe juga mengingatkan para pelajar agar tetap bijak dalam bergaul, mengisi waktu dengan kegiatan positif, dan menjauhi segala bentuk penyalahgunaan narkoba demi menjaga masa depan mereka.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....