Menjadi Baik Itu Mudah, yang Berat Itu Jadi Bermanfaat
- 12 Jun 2026 09:41 WIB
- Pontianak
RRI.CO.ID, Pontianak - Ustadz Wahyu Fitrahadi dalam acara Hikmah Pagi RRI Pro 4 Pontianak, Jum'at , 12 Juni 2026, mengkaji bahwa menjadi baik sering dimulai dari hal sederhana seperti menjaga lisan, menepati janji, dan tidak menyakiti sesama. Kebaikan kecil yang dilakukan terus-menerus dapat menjadi amal yang bernilai besar di sisi Allah.
Namun, menjadi bermanfaat membutuhkan langkah lebih jauh karena tidak cukup hanya menjaga diri sendiri. Seseorang perlu meluangkan tenaga, waktu, ilmu, bahkan kenyamanan untuk membantu orang lain.
Dalam ajaran Islam, manusia terbaik bukan hanya yang saleh secara pribadi tetapi juga memberi manfaat bagi sekitar. Senyum yang menenangkan, ilmu yang dibagikan, dan bantuan yang meringankan adalah bentuk ibadah sosial.
Menjadi bermanfaat juga menuntut kesabaran karena tidak semua kebaikan langsung dihargai atau dibalas. Kadang seseorang harus tetap berbuat baik meskipun tidak dipuji dan tidak dikenal.
| Baca juga: Dampak Minum Air Es Disiang Hari |
Kebaikan tanpa manfaat ibarat lampu yang hanya menerangi dirinya sendiri. Sedangkan kebermanfaatan menjadikan cahaya itu menyebar dan menghangatkan kehidupan orang lain.
Mulailah dari hal yang dekat seperti membantu keluarga, menghormati tetangga, dan memberi nasihat dengan lembut. Tidak perlu menunggu kaya atau terkenal untuk menjadi manusia yang membawa kebaikan.
Jangan berhenti hanya menjadi orang baik untuk diri sendiri. Naikkan tingkat kebaikan menjadi kebermanfaatan, karena hidup yang paling indah adalah hidup yang meninggalkan manfaat setelah kita pergi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....