Mengakhiri Zulhijjah dengan Muhasabah, Menyambut Muharram dengan Hijrah
- 12 Jun 2026 15:06 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar – Lembaga Penyiaran Publik Radio Republik Indonesia (LPP RRI) Makassar melalui program Obrolan Nuansa Fajar Pro 4 kembali menyapa ruang dengar masyarakat pada Jumat pagi 12 Juni 2026. Mengangkat tema spiritual yang mendalam, "Mengakhiri Zulhijjah dengan Muhasabah, Menyambut Muharram dengan Hijrah", dialog interaktif ini mengajak umat Muslim untuk merefleksikan perjalanan spiritual mereka di penghujung tahun 1447 Hijriyah dan mempersiapkan diri menyongsong tahun baru 1448 Hijriyah.
Hadir sebagai narasumber utama, Dosen Fakultas Agama Islam Universitas Muslim Indonesia (UMI) Makassar, Dr. H. M. Hasibuddin, SS., M.Ag. Dalam pemaparannya, ia mengingatkan bahwa hari ini umat Islam telah berada di tanggal 26 Zulhijjah. Momentum di sisa hari bulan suci ini seyogianya diisi dengan rasa syukur atas nikmat kesehatan dan umur yang panjang, sekaligus bersiap menyambut Muharram yang merupakan salah satu dari empat bulan yang dimuliakan oleh Allah SWT (Asyhurul Hurum).

Dr. Hasibuddin menekankan bahwa pergantian tahun baru Islam jangan hanya dipandang sebagai perubahan angka atau kalender semata. Lebih dari itu, momen transisi ini merupakan waktu yang paling tepat untuk melakukan introspeksi diri secara menyeluruh. Esensi dari menyambut tahun baru Hijriyah terletak pada kesadaran umat untuk melakukan transformasi spiritual dan sosial menuju pribadi yang lebih bertakwa.
"Pergantian tahun Hijriyah bukan sekedar pergantian angka, tetapi momentum untuk melakukan intervensi diri atau kita lebihkan adanya istilah muhasabah dan sekaligus hijrah. Kalau bukan momentum hijrah yaitu perubahan menuju kebaikan," ujar Dr. Hasibuddin dalam siaran Pro 4 RRI Makassar.
Lebih lanjut, ia juga menyoroti makna hijrah bagi jemaah haji yang kini telah berangsur-angsur kembali ke tanah air setelah menunaikan rukun Islam kelima. Begitu pula bagi umat Muslim yang belum berkesempatan ke tanah suci namun telah melaksanakan ibadah kurban. Kedua ibadah besar di bulan Zulhijjah tersebut pada hakikatnya memiliki esensi yang sama, yakni sarana mendekatkan diri (taqarrub) kepada Allah SWT dan menjadi motor penggerak perubahan perilaku ke arah yang lebih baik.
Dalam konteks manajemen spiritual, Dr. Hasibuddin menjelaskan bahwa konsep evaluasi akhir tahun ini sejalan dengan firman Allah SWT dalam Al-Qur'an Surah Al-Hasyr. Ayat tersebut secara tegas mengingatkan setiap mukmin untuk selalu merencanakan, mempersiapkan, dan mengontrol setiap amal perbuatan yang akan dibawa sebagai bekal di hari esok atau akhirat kelak.
"Hisablah diri kalian sebelum kalian dihisap. Ini agama kita, agar Islam sebagai agama Rahmatan lil 'Alamin itu memang selalu mengingatkan kepada kita, apalagi di akhir tahun ini coba kita menginterpretasi diri bagaimana apa saja yang kita lakukan," tegas Dosen FAI UMI tersebut seraya mengutip pesan terkenal dari sahabat Umar bin Khattab.
Sebagai penutup obrolan pagi, ia mengajak seluruh pendengar Pro 4 RRI Makassar untuk mengajukan pertanyaan reflektif kepada diri masing-masing sebelum memasuki tahun baru 1448 Hijriyah. Evaluasi terkecil dapat dimulai dari ibadah harian, seperti kualitas salat yang telah dikerjakan selama satu tahun ke belakang. Dengan muhasabah yang jujur, diharapkan umat Islam dapat memasuki bulan Muharram dengan semangat hijrah yang konkret dan penuh keberkahan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....