Siswa dan Guru Keluhkan Lambatnya Pembangunan SMPN 2 Pandan Nauli Pascabencana
- 11 Jun 2026 17:00 WIB
- Sibolga
RRI.CO.ID, Tapanuli Tengah - Pihak sekolah dan siswa SMP Negeri 2 Pandan Nauli mengeluhkan lambatnya pembangunan ruang kelas pascabencana longsor. Kondisi tersebut dikhawatirkan mengganggu proses belajar mengajar menjelang tahun ajaran baru, Kamis, 11 Juni 2026.
Kepala SMP Negeri 2 Pandan Nauli, Nur Ekvan Santoso, mengatakan 6 ruang kelas dan 1 laboratorium terdampak longsor. Perbaikan memang telah dimulai sejak April lalu, namun progres pengerjaannya dinilai sangat lambat.
Menurutnya, aktivitas pembangunan bahkan terhenti menjelang Hari Raya Idul adha dan belum kembali normal. Kondisi tersebut membuat pihak sekolah khawatir terhadap kesiapan sarana pendidikan menghadapi tahun ajaran baru.

"Progres pembangunan ini sangat lambat, bahkan sebelum Lebaran Haji pekerja sudah libur hingga sekarang. Kami berharap pembangunan segera diselesaikan agar anak-anak dapat kembali belajar secara normal," kata Nur Ekvan kepada RRI.
Selama proses perbaikan berlangsung, sekolah terpaksa menerapkan kegiatan belajar mengajar dalam dua sesi. Kebijakan tersebut berdampak pada efektivitas pembelajaran dan berbagai program pembinaan siswa.
Pihak sekolah mencatat sejumlah capaian akademik maupun nonakademik mengalami penurunan dibandingkan target sebelumnya. Kondisi keterbatasan ruang belajar dinilai menjadi salah satu faktor yang memengaruhi prestasi siswa.
Siswi SMP Negeri 2 Pandan Nauli, Cantika Ester Hasian Sijabat, mengaku para siswa turut merasakan dampak besar pascabencana. Kerusakan bangunan sekolah membuat proses belajar berlangsung dalam keterbatasan selama beberapa bulan terakhir.

"Kami berharap ada tindak lanjut agar pembangunan sekolah segera dilanjutkan kembali. Kami ingin belajar dengan nyaman dan melaksanakan kegiatan belajar mengajar secara normal," ujar Cantika yang merupakan Ketua Osis SMP Negeri 2 Pandan Nauli.
Hal senada disampaikan siswi lainnya, Glory Princes Habeahan yang berharap pembangunan sekolah dapat segera dirampungkan. Menurutnya, sebagian bangunan memang telah diperbaiki, namun proses pengerjaannya masih berjalan lambat.
"Kami memohon kepada Bapak Presiden dan jajaran terkait agar pembangunan sekolah kami dipercepat. Kami ingin ruang kelas segera selesai sehingga kegiatan belajar dapat berjalan dengan baik," ucap Glory.


Pihak sekolah, guru, orang tua, dan siswa kini menaruh harapan besar terhadap percepatan pembangunan. Mereka berharap seluruh ruang kelas dapat digunakan kembali saat tahun ajaran baru dimulai pertengahan Juli mendatang.
Hingga berita ini diterbitkan, rekanan proyek belum dapat ditemui untuk mengklarifikasi mangkraknya proyek revitalisasi sekolah di SMPN 2 Pandan Nauli tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....