Dampak dan Strategi di Balik Penyesuaian Harga BBM Non-Subsidi di Sumut
- 15 Jun 2026 12:33 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan - Dialog Interaktif Aspirasi Sumut di Programa 1 LPP RRI Medan FM 94,3 MHz. Kamis ( 11/6/2026 ) pagi, mengangkat topik hangat yang tengah menjadi perbincangan masyarakat, yaitu penyesuaian harga Bahan Bakar Minyak (BBM) non-subsidi. Dipandu oleh presenter Widya, diskusi ini menghadirkan dua sudut pandang penting. Pertama, dari sisi regulator dan penyedia energi yang diwakili oleh Rafly Masyal Donta selaku Officer Communication & Relations Pertamina Patra Niaga Regional Sumbagut. Kedua, dari kacamata akademisi dan pengamat ekonomi yang dianalisis oleh Prof. Dr. Muhammad Fitri Rahmadana, M.Si., Guru Besar Ilmu Ekonomi Perencanaan Wilayah dan Pembangunan Daerah dari Fakultas Ekonomi Universitas Negeri Medan (Unimed).
Rafly Masyal Donta menjelaskan latar belakang di balik kebijakan penyesuaian harga ini. Beliau menekankan bahwa harga BBM non-subsidi—seperti Pertamax, Pertamax Turbo, Dexlite, dan Pertamina Dex—bersifat fluktuatif karena sangat bergantung pada tren harga minyak mentah dunia, nilai tukar rupiah, dan mekanisme pasar. Rafly meyakinkan masyarakat bahwa Pertamina berkomitmen penuh untuk menjaga pasokan energi di wilayah Sumatra Utara tetap aman dan stabil. Selain itu, penyesuaian ini dipastikan telah melalui kalkulasi yang matang agar tetap kompetitif dan sesuai dengan regulasi yang ditetapkan pemerintah, sembari terus meningkatkan kualitas layanan di setiap SPBU.
Sedangkan Muhammad Fitri memberikan analisis mendalam dari perspektif ekonomi wilayah. Beliau memaparkan bahwa setiap perubahan harga energi, sekecil apa pun, pasti akan memberikan efek rembesan (trickle-down effect) terhadap daya beli masyarakat dan biaya logistik di Sumatra Utara. Sebagai pakar perencanaan wilayah, Prof. Fitri mengingatkan pentingnya mitigasi dampak agar kenaikan ini tidak memicu inflasi daerah yang tidak terkendali, terutama pada sektor transportasi dan distribusi barang pokok. Ia juga menekankan pentingnya transparansi komunikasi dari pemerintah dan Pertamina agar masyarakat memahami bahwa BBM non-subsidi memang ditujukan bagi kalangan mampu, sehingga tidak terjadi kepanikan atau pergeseran konsumsi massal ke BBM bersubsidi.
Diakhir dialog narasumber memberikan kesimpulan bahwa sinergi antara kebijakan korporasi dan pemahaman ekonomi makro sangat krusial dalam menghadapi dinamika harga energi global. Meskipun penyesuaian harga BBM non-subsidi tidak dapat dihindari demi keberlanjutan sektor energi nasional, pemerintah daerah bersama instansi terkait di Sumatra Utara harus tetap mengawal distribusinya. Langkah ini penting agar stabilitas ekonomi daerah tetap terjaga, iklim usaha tetap kondusif, dan masyarakat kelas menengah ke bawah tidak ikut terbebani oleh penyesuaian harga pada sektor non-subsidi tersebut.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....