Ustadz Khairunnasri: Keikhlasan Jadi Puncak Kebaikan Amal

  • 27 Mei 2026 14:07 WIB
  •  Lhokseumawe

RRI.CO.ID, Lhokseumawe — Keikhlasan disebut sebagai puncak tertinggi dari kebaikan amal yang harus dijaga umat Islam, khususnya di bulan Zulhijah yang penuh dengan keutamaan ibadah. Pesan tersebut disampaikan oleh Ustadz Khairunnasri dalam program Kajian Islami di Pro 1 RRI Lhokseumawe pada Selasa, 26 Mei 2026.

Dalam kajiannya dengan tema “Puncak dari Kebaikan Amal”, Ustadz Khairunnasri menjelaskan bahwa setiap amal ibadah dalam Islam memiliki tujuan, tantangan, hingga hal-hal yang dapat merusak nilai amal tersebut. Karena itu, konsistensi iman menjadi hal penting dalam kehidupan seorang muslim.

“Setiap amal ibadah memiliki target pencapaian, ada penguat dan juga perusaknya. Semua itu menjadi ujian bagi keimanan seorang hamba kepada Allah SWT,” ujar Ustadz Khairunnasri.

Ia juga menyoroti keutamaan bulan Zulhijah, khususnya puasa Arafah pada 9 Zulhijah. Berdasarkan hadis riwayat Imam Muslim, puasa Arafah disebut mampu menghapus dosa selama dua tahun, yakni satu tahun yang telah lalu dan satu tahun yang akan datang.

“Keutamaan Zulhijah sangat luar biasa. Puasa Arafah menjadi salah satu amalan yang memiliki kemuliaan besar karena Allah SWT memberikan pengampunan dosa setahun ke belakang dan setahun ke depan,” katanya.

Menurutnya, sebagian masyarakat masih menganggap Idul Fitri sebagai hari raya terbesar dalam Islam. Padahal secara syariat, Idul Adha dikenal sebagai Idul Kabir atau hari raya besar, sementara Idul Fitri disebut Idul Saghir.

Ia menjelaskan, hal tersebut terlihat dari syariat takbir yang lebih panjang pada Idul Adha, yakni berlangsung selama empat hari hingga akhir hari tasyrik. Selain itu, umat Islam juga dilarang berpuasa pada hari-hari tersebut sebagai bentuk syukur dan perayaan melalui ibadah kurban.

Ustadz Khairunnasri turut mengingatkan bahwa ibadah kurban bukan hanya persoalan kemampuan ekonomi, tetapi juga berkaitan dengan kemauan dan kekuatan iman seseorang.

“Banyak yang mampu secara materi tetapi belum tergerak untuk berkurban. Sebaliknya, ada yang sederhana secara ekonomi namun Allah mampukan karena memiliki keimanan dan kemauan untuk beribadah,” jelasnya.

Sebagai penutup, ia mengingatkan agar menjaga hati dari penyakit seperti ujub, riya, dan sum’ah yang dapat menghapus pahala amal ibadah.

“Puncak tertinggi dari kebaikan amal adalah keikhlasan. Semua yang dilakukan harus benar-benar karena Allah SWT, bukan demi pujian manusia,” pungkasnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....