Mustajabnya Do'a di Hari Arafah, Momentum Paling Agung dalam Ibadah Umat Islam
- 26 Mei 2026 13:37 WIB
- Lhokseumawe
RRI.CO.ID, Lhokseumawe - Hari Arafah yang jatuh pada 9 Dzulhijjah merupakan salah satu hari paling mulia dalam kalender Islam. Pada hari ini, jutaan jamaah haji berkumpul di Padang Arafah untuk melaksanakan puncak ibadah haji, yakni wukuf. Bagi umat Islam yang tidak menunaikan haji, hari Arafah tetap memiliki keutamaan besar, terutama dalam memperbanyak doa dan ibadah.
Rasulullah SAW secara khusus menegaskan keutamaan doa pada hari Arafah. Dalam sebuah hadis yang diriwayatkan oleh Imam At-Tirmidzi, beliau bersabda: “Sebaik-baik doa adalah doa pada hari Arafah.” (HR. Tirmidzi). Hadis ini menunjukkan bahwa hari Arafah adalah waktu yang sangat istimewa, di mana pintu-pintu langit terbuka lebar untuk dikabulkannya doa.
Keutamaan lain dari hari Arafah adalah ampunan Allah yang begitu luas. Dalam hadis riwayat Muslim, Rasulullah bersabda bahwa Allah membebaskan banyak hamba-Nya dari api neraka pada hari Arafah dibandingkan hari-hari lainnya. Hal ini menjadi bukti betapa besar rahmat dan kasih sayang Allah SWT kepada umat manusia pada hari tersebut.
Hari Arafah juga menjadi momen refleksi spiritual bagi umat Islam untuk memperbanyak istighfar, dzikir, dan permohonan ampunan. Dalam Al-Qur’an, Allah SWT berfirman: “Dan mohonlah ampun kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Baqarah: 199). Ayat ini menguatkan pentingnya memanfaatkan setiap kesempatan, terutama di waktu-waktu mustajab seperti Arafah.
Para ulama menjelaskan bahwa doa pada hari Arafah tidak hanya dianjurkan bagi jamaah haji, tetapi juga bagi umat Islam di seluruh dunia. Imam An-Nawawi dalam kitabnya menjelaskan bahwa keutamaan hari Arafah bersifat umum, sehingga setiap Muslim dianjurkan memperbanyak doa, baik untuk dirinya sendiri, keluarga, maupun umat Islam secara keseluruhan.
Di antara doa yang dianjurkan pada hari Arafah adalah doa yang mengandung tauhid. Rasulullah SAW bersabda: “Doa terbaik adalah doa pada hari Arafah, dan sebaik-baik apa yang aku dan para nabi sebelumku ucapkan adalah: Laa ilaaha illallah wahdahu laa syariika lah…” (HR. Tirmidzi). Kalimat tauhid ini menjadi inti dari ibadah dan pengakuan keesaan Allah SWT.
Selain itu, hari Arafah juga menjadi waktu yang tepat untuk memperbaiki hubungan dengan Allah melalui taubat nasuha. Kesungguhan dalam memohon ampun di hari ini diyakini menjadi sebab turunnya rahmat dan penghapusan dosa-dosa yang telah lalu, sebagaimana dijelaskan dalam berbagai riwayat hadis yang sahih.
Umat Islam juga dianjurkan untuk memperbanyak amal shalih lainnya pada hari Arafah, seperti sedekah, membaca Al-Qur’an, dan menjaga silaturahmi. Semua amal ini akan semakin bernilai karena dikerjakan pada waktu yang penuh keberkahan dan keutamaan.
Momentum hari Arafah hendaknya tidak disia-siakan. Para ulama menyebutkan bahwa doa yang dipanjatkan dengan penuh keikhlasan dan keyakinan pada hari ini memiliki peluang besar untuk dikabulkan oleh Allah SWT. Oleh karena itu, seorang Muslim dianjurkan untuk bersungguh-sungguh dalam berdoa dan tidak tergesa-gesa dalam meminta.
Sebagai penutup, hari Arafah merupakan anugerah besar dari Allah SWT bagi umat Islam. Ia menjadi kesempatan emas untuk mendekatkan diri kepada-Nya, memohon ampunan, dan memperbanyak doa. Semoga kita semua termasuk ke dalam golongan hamba yang doanya dikabulkan dan dosanya diampuni pada hari yang penuh kemuliaan ini.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....