Pengurangan Pasokan LPG 3 Kg Picu Kesulitan Warga
- 27 Mei 2026 20:07 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari - Pengurangan pasokan elpiji subsidi 3 kilogram dari agen ke sejumlah pangkalan di Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, membuat warga kesulitan memperoleh tabung gas dalam beberapa bulan terakhir. Kondisi ini berdampak pada ketersediaan di pangkalan dan kenaikan harga di tingkat pengecer.
Keluhan pangkalan
Seorang pemilik pangkalan di Kecamatan Mandonga yang menolak disebutkan nama (inisial A) mengatakan pengurangan stok sudah terjadi sejak Januari 2026. Menurutnya, frekuensi distribusi yang dulu rutin — seminggu sekali atau empat kali per bulan — kini berkurang menjadi hanya satu kali dalam sebulan.
“Dulu penyaluran itu seminggu sekali atau empat kali dalam sebulan. Sekarang hanya satu kali dalam sebulan,” ujar A saat ditemui, Selasa (26/5/2026). Pada 2025, pangkalannya bisa menerima sekitar 400 tabung setiap pekan; memasuki 2026 jumlah itu terus menyusut, dengan pengiriman tertinggi saat ini sekitar 280 tabung sekali datang dan sisanya hanya 180 tabung.
Akibatnya, kebutuhan warga sering tidak terpenuhi. A menyebut ada pelanggan yang menyimpan tabung kosong dan membayar lebih awal namun masih belum mendapatkan isi ulang. Ia mengaku sudah beberapa kali menanyakan alasan pengurangan pasokan ke agen, namun belum mendapat penjelasan memuaskan.
Situasi serupa di pangkalan lain
Pemilik pangkalan lain (inisial R) menyampaikan meski jadwal penyaluran masih tercatat empat kali sebulan, jumlah tabung per pengiriman jauh berkurang. “Dulu sekali datang bisa 130 tabung, sekarang hanya sekitar 80 tabung,” kata R. Meski stok terbatas, pangkalan tetap menjual sesuai ketentuan, yakni Rp22.000 per tabung, namun gas biasanya habis dalam sehari karena banyak warga datang saat mobil pengangkut tiba.
R menjelaskan pangkalannya melayani tiga RT di kawasan tersebut dan tidak mampu memenuhi seluruh kebutuhan warga. Agen juga diberlakukan aturan satu orang hanya boleh membeli satu tabung supaya pembagian lebih merata, tetapi kebijakan itu dinilai belum cukup karena kebutuhan keluarga atau usaha berbeda-beda.
Diduga penyebab pengurangan pasokan
Menurut informasi yang diterima R, pengurangan pasokan berkaitan dengan gejolak geopolitik di Timur Tengah—konflik yang melibatkan Amerika-Israel dengan Iran—yang memengaruhi rute distribusi di Selat Hormuz sehingga jatah pasokan dari Pertamina ikut berkurang dan berdampak ke agen lokal.
Dampak pada pengecer dan harga
Akibat keterbatasan stok, beberapa pangkalan berhenti melayani pengecer. Hal ini membuat elpiji 3 kg semakin sulit ditemukan di tingkat eceran, dan ketika tersedia harganya jauh lebih tinggi. Pantauan lapangan menunjukkan harga di kios-kios di beberapa kecamatan di Kendari bervariasi antara Rp40.000–Rp50.000 per tabung, jauh di atas HET.
Kondisi distribusi di lapangan juga memicu kesalahpahaman; pangkalan sering dimarahi warga yang mengira para penjual “menjual keluar”, padahal stok memang terbatas.
Rekomendasi dan langkah selanjutnya
Sumber-sumber di pangkalan meminta klarifikasi dari agen dan distributor terkait alasan pasti pengurangan alokasi. Sementara itu, upaya koordinasi antara pangkalan, agen, Pertamina, dan dinas terkait perlu diperkuat untuk memastikan transparansi distribusi dan prioritas penyaluran bagi rumah tangga.
Catatan harga
- Harga jual pangkalan: tetap Rp22.000 per tabung (sesuai ketentuan).
- Harga pengecer (pantauan): Rp40.000–Rp50.000 per tabung di beberapa kios.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....