BNN Kendal Giatkan Program Ananda Bersinar, Cegah Pelajar dari Narkoba

  • 22 Mei 2026 21:20 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kendal - Badan Narkotika Nasional (BNN) Kabupaten Kendal menggiatkan program Aksi Nasional Antinarkotika dimulai dari anak (Ananda) Bersinar. Hal ini disampaikan Ketua Zona Integritas sekaligus Penggerak Swadaya Masyarakat dan Ketua Tim Rehabilitasi BNN Kendal, Tri Wahyu Setianto pada acara Sosialisasi Germas Tindakan Pencegahan terhadap Penyalahgunaan Narkoba bagi Pelajar di Gedung DPRD Kendal, Jumat, 22 Mei 2026.

Kegiatan ini difasilitasi anggota Fraksi Partai Keadilan Sejahtera (PKS) DPRD Jawa Tengah, Ida Nurul Farida bekerjasama dengan Forum Wartawan Kendal (Forwaken). Sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba diikuti 100 pelajar SMA, SMA dan MA di Kabupaten Kendal.

Tri Wahyu mengatakan, program Ananda Bersinar merupakan salah satu program prioritas nasional BNN, berupa aksi nasional antinarkotika yang dimulai dari anak-anak. Latar belakang program ini, karena di tahun 2025 angka penyalahgunaan narkoba di tingkat pelajar atau pemuda usia 15 tahun sampai 24 tahun, baik di kota maupun di desa mengalami peningkatan.

"Pengguna narkoba di kalangan anak-anak muda, naik dari 3 juta menjadi 4 juta atau 2,11 persen, dari tahun 2023 ke tahun 2025. Inilah yang mendasari BNN melakukan program baru lintas nasional, Ananda Bersinar," jelasnya.

Tri Wahyu mengatakan, pada program Ananda Bersinar, BNN akan mengintervensi sekolah-sekolah di tingkat SMP dan SMA untuk sosialisasi bahaya penyalahgunaan narkoba. Saat ini BNN Kendal sedang berupaya untuk menjalin kerjasama di tingkat SMP. "Kami sudah berkoordinasi dengan Ketua MKKS atau Musyawarah Kerja Kepala Sekolah untuk tindak lanjut program ini," ujarnya.

Menurutnya, naiknya pengguna narkoba di kalangan anak-anak muda, karena tren penyalahgunaan narkoba sudah mulai menggunakan pendekatan modern. Penggunaan narkoba sudah mulai menyusup melalui alat baru, seperti media vape untuk menarik anak-anak muda mencoba narkoba. "Cairan vape dengan berbagai rasa dan aroma diberi zat narkoba, sehingga anak-anak muda menjadi tertarik mencoba narkoba," katanya.

Ida Nurul Farida mengatakan, kondisi di era digital dan era global sekarang ini, banyak anak muda yang terjerumus narkoba dan hal-hal negatif yang membuat masa depan mereka menjadi tidak baik. Oleh karena itu, anak-anak muda harus diberikan pemahaman dan wawasan agar tidak terjerumus pada hal-hal yang tidak baik. "Kita semua bertanggungjawab atas masa depan anak-anak yang lebih cerah sebagai harapan masa depan bangsa untuk menyiapkan mereka menjadi generasi yang hebat, kuat, cerdas lahir dan batin," tegasnya.

Programer Jiwa dan Napsa Dinas Kesehatan Daerah Kendal, Beni Kuswara mengatakan, dalam program Germas di kalangan pelajar, ada 6 pilar bagi pelajar. Yaitu pelajar menjadi keren, jika mempunyai fisik yang sehat, pikiran yang jernih, jiwa yang kuat, mempunyai prestasi akademik atau non akademik dan dibanggakan orang tua. 'Makanya pelajar harus hidup sehat dengan Germas dan katakan tidak untuk narkoba," tandasnya. (FR)

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....