Bahaya Tersembunyi dari Kotoran dan Urin Tikus
- 12 Mei 2026 12:27 WIB
- Bandar Lampung
RRI.CO.ID Bandar Lampung - Virus Hanta adalah sekelompok virus berbahaya yang dibawa dan disebarkan oleh hewan pengerat, terutama tikus. Virus ini dapat menyebabkan penyakit serius pada manusia, yaitu Sindrom Paru Hanta (HPS) dan Demam Berdarah dengan Sindrom Ginjal (HFRS). Meskipun kasusnya tidak sebanyak penyakit menular lain, infeksi virus ini sangat berbahaya karena tingkat kematiannya cukup tinggi jika tidak ditangani dengan tepat dan cepat.
Dikutip dari laman Kemenkes.go.id, berdasarkan data Kemenkes, sepanjang 2024 hingga 2026 tercatat 256 kasus suspek dengan 23 kasus terkonfirmasi HFRS yang tersebar di sejumlah wilayah seperti DKI Jakarta, Jawa Barat, DIY, Sulawesi Utara, Sumatera Barat, hingga Nusa Tenggara Timur. Tren konfirmasi juga menunjukkan peningkatan, dari 1 kasus pada 2024 menjadi 17 kasus pada 2025 dan 5 kasus hingga Mei 2026.
Virus Hanta diketahui menular melalui kontak dengan tikus atau celurut yang terinfeksi, termasuk paparan urin, air liur, maupun kotorannya. Faktor risiko utama di antaranya aktivitas di lingkungan dengan populasi tikus tinggi, gudang tertutup, area banjir, hingga kegiatan luar ruang seperti berkemah dan mendaki.
Cara Penularan ke Manusia
Berbeda dengan pandangan umum, virus Hanta tidak menular antarmanusia. Artinya, Anda tidak akan tertular jika bersentuhan, berbicara, atau tinggal bersama orang yang terinfeksi. Penularan hanya terjadi dari hewan ke manusia melalui cara berikut:
- Menghirup udara yang terkontaminasi: Ini adalah cara paling umum. Ketika kotoran, urin, atau air liur tikus yang mengandung virus kering dan hancur menjadi debu, virus akan terbawa udara dan masuk ke paru-paru saat Anda bernapas. Hal ini sering terjadi saat membersihkan gudang, lumbung padi, atau rumah yang sudah lama kosong.
- Kontak langsung: Menyentuh kotoran, urin, atau tubuh tikus yang terinfeksi, lalu menyentuh mata, hidung, atau mulut.
- Makanan atau minuman terkontaminasi: Mengonsumsi makanan atau air yang sudah terkontaminasi kotoran atau air liur tikus pembawa virus.
- Gigitan tikus: Penularan bisa terjadi jika digigit oleh tikus yang terinfeksi, meskipun cara ini lebih jarang terjadi.
- Fase awal: Demam tinggi, sakit kepala hebat, pusing, nyeri otot di punggung, bahu, dan paha, serta rasa lemas luar biasa. Kadang disertai mual, muntah, dan sakit perut.
Fase lanjut: Setelah 3–7 hari, muncul gejala pernapasan seperti batuk kering, sesak napas, dan napas terasa berat seolah dada terasa penuh air. Kondisi ini bisa berkembang menjadi gagal napas mendadak dan membutuhkan perawatan intensif.
2. Demam Berdarah dengan Sindrom Ginjal (HFRS)
- Gejala awal mirip seperti di atas, ditambah dengan wajah memerah seperti terbakar matahari, mata merah, dan bintik-bintik merah di kulit.
- Selanjutnya terjadi penurunan tekanan darah drastis, pendarahan di dalam tubuh, hingga kerusakan fungsi ginjal sehingga produksi urin berkurang atau berhenti sama sekali.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....