Duta Baca UIN Raden Fatah Dorong Budaya Literasi Digital
- 12 Mei 2026 21:11 WIB
- Palembang
Poin Utama
- Program edu trip dan pemilihan Duta Baca 2026 menjadi bagian penguatan budaya literasi di kampus
- Literasi digital dinilai penting untuk membantu generasi muda memahami dan memilah informasi secara kritis
- Duta Baca UIN Raden Fatah Palembang menjalankan berbagai program untuk meningkatkan minat baca mahasiswa
RRI.CO.ID, Palembang - Literasi saat ini tidak lagi sebatas kemampuan membaca dan menulis semata. Generasi muda juga dituntut memahami informasi serta berpikir kritis di era digital.
Hal tersebut disampaikan Duta Baca UIN Raden Fatah Palembang 2025, Putri Syarifah Az Zahra. Ia menjadi narasumber dalam program Obrolan Komunitas di Studio Pro 1 RRI Palembang.
Dialog berlangsung pada Minggu, 3 Mei 2026 dengan pembahasan seputar budaya literasi mahasiswa. Menurut Putri, kemampuan memilah informasi menjadi tantangan penting di tengah perkembangan media digital.
Putri Syarifah Az Zahra menilai budaya membaca di kalangan mahasiswa masih perlu ditingkatkan. Banyak mahasiswa datang ke perpustakaan hanya saat memiliki tugas akademik.
Menurutnya, kebiasaan membaca harus dibangun secara perlahan sejak dini. Minat baca dinilai tidak bisa tumbuh jika dilakukan dengan paksaan.
“Membaca tidak harus dimulai dari buku berat, tetapi dari bacaan yang disukai,” ujarnya. Cara tersebut dinilai membantu membangun kebiasaan membaca secara bertahap.
Sebagai Duta Baca, Putri menjalankan berbagai program untuk meningkatkan minat literasi mahasiswa. Kegiatan tersebut meliputi diskusi buku, resensi, hingga konten kreatif di media sosial.
Salah satu program unggulan yang dijalankan adalah edu trip ke perpustakaan kampus. Program ini melibatkan siswa SD dan SMP untuk mengenal budaya membaca sejak dini.
“Program edu trip menjadi salah satu kegiatan unggulan untuk mengenalkan perpustakaan kepada anak-anak,” katanya. Kegiatan itu juga bertujuan menumbuhkan minat baca sejak usia sekolah.
Selain mengembangkan program literasi, Putri juga mengajak mahasiswa mengikuti pemilihan Duta Baca 2026. Peserta merupakan mahasiswa aktif semester dua hingga semester enam.
Calon peserta diwajibkan membuat esai dan video kreatif mengenai program literasi. Penilaian lebih menekankan ide, komunikasi, dan komitmen menjalankan program.
Menurut Putri, Duta Baca menjadi ruang pengembangan diri bagi mahasiswa di lingkungan kampus. Program tersebut juga membuka peluang membangun relasi positif antarmahasiswa.
“Diharapkan generasi muda mampu menjadi penggerak perubahan melalui literasi,” pesannya. Ia menilai budaya membaca dapat melahirkan masyarakat yang lebih cerdas dan berdaya saing.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....