Perkuat Intelektual Kader, FORKEIS UIN Alauddin Makassar Laksanakan Temu Ilmiah

  • 11 Mei 2026 18:17 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Forum Kajian Ekonomi Syariah (FORKEIS) UIN Alauddin Makassar terus memperkuat kapasitas intelektual kader. Salah satunya melalui kegiatan Temu Ilmiah Kader (TIKAR) yang berlangsung selama 3 hari di Kampus UIN Alauddin Makassar, mulai tanggal 8 Mei sampai 10 Mei 2026.

Ketua Panitia pelaksana Hendra Gunawan, pada penutupanTemu Ilmiah Kader (TIKAR), Minggu 10 Mei 2026 mengatakan, kegiatan TIKAR ini menjadi wadah pengembangan intelektual dan kreativitas kader dalam berbagai bidang keilmuan berbasis ekonomi syariah. “Kegiatan ini diharapkan mampu mengembangkan potensi, kreativitas, serta kemampuan analisis peserta dalam berbagai bidang keilmuan dan kompetisi yang dilaksanakan,” tegasnya..

Ia juga berharap kegiatan Temu Kader ini terus berlanjut guna mengembangkan potensi, kreativitas, dan kemampuan analisis kader dalam ekonomi Islam, sekaligus menjadi wadah evaluasi pemahaman keilmuan. “ Harapan kami, teman-teman kader tidak berhenti hanya sampai di kegiatan ini saja, karena TIKAR hanyalah sebuah permulaan untuk melanjutkan proses ke jenjang yang lebih tinggi lagi," harapnya.

Sementara itu, Direktur Eksekutif FORKEIS UIN Alauddin Makassar, Ryas Syahputra Marsuki, memberikan apresiasi kepada seluruh pihak yang telah terlibat dalam menyukseskan kegiatan. MelaluiTemu ini diharapkan lahir kader yang unggul secara intelektual dan kokoh dalam nilai-nilai rabbani.

“Saya menyampaikan apresiasi setinggi-tingginya kepada panitia atas kerja kerasnya sehingga kegiatan ini dapat berjalan sesuai harapan. Sedang kepada seluruh peserta kami sampaikan bahwaTIKAR ini bukan sekadar ajang perlombaan atau olimpiade, tetapi menjadi ruang pembelajaran dan peningkatan kapasitas diri agar mampu memberikan kontribusi terhadap perkembangan ekonomi Islam," tegasnya.

Pada penutupan Temu Ilmiah Kader tersebut, Dewan Pembina FORKEIS, Dr. Supriadi, menegaskan pentingnya menjaga semangat belajar dan konsistensi kader setelah kegiatan berakhir. Sehingga nantinya menjadi kader yang unggul secara intelektual.

“Kegiatan seperti ini harus menjadi ruang pembentukan kualitas kader, bukan hanya untuk berkompetisi tetapi juga untuk membangun pola pikir dan kapasitas intelektual. Sehingga nantinya dapat berkontribusinya nyata dalam perkembangan ekonomi Islam ke depan," jelasnya.

Dr. Supriadi berharap, semangat belajar dan proses yang telah dibangun selama TIKAR dapat terus dijaga dan dikembangkan. Hal ini sangat penting untuk memperluas wawasan keilmuan, serta melanjutkan proses pengembangan diri dalam berbagai kompetisi dan ruang pembelajaran lainnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....