Motivasi Keteladanan para Nabi
- 10 Mei 2026 15:22 WIB
- Medan
RRI.CO.ID - Medan - Motivasi quantum dalam keteladanan para nabi, merujuk pada konsep percepatan perubahan diri, baik mental, spiritual maupun prilaku. Dengan mencontoh sifat-sifat mulia mereka ini bukan sekedar meniru, melainkan menstrasfer karakter unggul para nabi ke dalam kehidupan moderen.
Dalam kajian Mutiara Pagi, edisi Rabu 6 Mei 2026 dengan topik: Motivasi quantum keteladanan para nabi, ustadz Fadhli Sudiro mengatakan, meneladani nabi berarti membuang kebiasaan buruk secara instan dan menggantikannya dengan akhlak mulia.
"Nabi Muhammad SAW selalu rendah hati dalam pergaulan, memimpin hingga urusan rumah tangga, meskipun beliau adalah pemimpin tertinggi. Sementara nabi Yusuf, sabar atas perbuatan saudara kandungnya yang hendak membunuhnya dan membuang ke sumur yang dalam, akan tetapi tidak ada unsur dendam di hati nabi Yusuf," katanya.
| Baca juga: Motivasi quantum Nabi Musa Alaihisalam |
Begitu juga kisah nabi Nuh, atas kesabaran menghadapi isteri dan anak kandungnya yang menentang dan mencaci. Selain itu sebut Fadhli Sudiro, kesabaran nabi Ibrahim Alaihissalam, dalam mensiarkan ajaran Allah SWT tentang ilmu dan tauhid, termasuk pamannya Namrud, yang menentang ajaran tersebut.
Kisah yang dialami oleh para nabi lebih pelik lagi dari pada masa-masa sekarang yang sudah moderen. Para nabi saat itu tetap tegar dan sabar dalam menghadapi berbagai cobaan. Terangnya, tidak ada manusia yang tidak bersalah dan luput dari dosa.
Dalam acara Mutiara Pagi ini, juga diberikan kesempatan kepada pendengar untuk bertanya melalui WA 0811615943. Suci di Setiabudi bertanya, bagaimana keteladanan para nabi, agar kita sukses. Jawab Fadhli Sudiro, kita selalu berzikir, ingat selalu kepada Allah. Selanjutnya Ahmad di Pancing, bagaimana pelajaran para nabi yang bisa kita jalankan sekarang. Jawabnya, kita bisa berdakwah.
"Berdakwah itu sesuai provesi kita, tidak harus di atas panggung, melainkan ilmu dan pengetahuan yang kita miliki dapat disampaikan kepada orang lain, begitu juga bekerja dengan niat ibadah kita dalam sehari-hari, itu juga berdakwah," ucapnya.
Selanjutnya Nurul di Binjai Sumatera Utara, dari peradaban dunia yang berbeda, mengapa kisah para nabi menjadi motivasi. Jawab Fadhli Sudiro, problem yang dialami para nabi lebih unik.
"Kalau masa nabi, dahulu itu ada judi menjual isteri, kalau sekarang dikenal dengan judi online, jadi tidak ada bedanya. Mengapa masih relevan, karena problem umat masih sama ya dengan jinayahnya, mabuknya judinya, syiriknya, zinanya," kata Fadhli Sudiro.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....