Dari Pendopo ke Kampung, Pengajian Yasin Fadhilah Terus Hidup di Tengah Masyarakat

  • 06 Mei 2026 20:13 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Kudus — Pengajian Yasin Fadhilah yang dirintis mantan Bupati Kudus dua periode, Musthofa, terus berjalan dan berkembang di tengah masyarakat. Berawal dari amalan yang diperoleh dari seorang ulama, kegiatan tersebut kini menjadi gerakan spiritual yang rutin diikuti warga.

Cikal bakal Jam’iyyah Yasin Fadhilah bermula saat Musthofa masih menjabat sebagai Bupati Kudus periode pertama. Kala itu, ia melakukan kunjungan silaturahmi kepada ulama kharismatik, Sya’roni Ahmadi.

Dalam kunjungannya, ia meminta amalan sebagai pegangan batin dalam menjalankan amanah kepemimpinan. “Waktu itu saya memang meminta amalan untuk menguatkan batin. Sehingga dalam menjalankan tugas bisa lebih tenang dan istiqomah,” ungkap Musthofa, Rabu, 6 Mei 2026.

Dari pertemuan tersebut, ia mendapat ijazah membaca Surat Yasin sebanyak 41 kali. Setelah dipelajari lebih lanjut, amalan itu diketahui sebagai Yasin Fadhilah.

“Setelah saya dalami, ternyata yang dimaksud adalah Yasin Fadhilah. Beliau membenarkan hal tersebut,” jelasnya.

Sejak saat itu, pengajian Yasin Fadhilah mulai rutin digelar di Pendopo Kabupaten Kudus pada periode kedua kepemimpinannya. Pembukaan pengajian kala itu juga dipimpin langsung oleh KH Sya’roni Ahmadi.

Setelah tidak lagi menjabat sebagai kepala daerah, kegiatan tersebut tetap berjalan. Lokasi pengajian kemudian dipindahkan ke Loram Wetan, tepatnya di kawasan Makam Bagusan yang merupakan tempat peristirahatan orang tua Musthofa.

Meski tidak lagi dihadiri kalangan pejabat seperti sebelumnya, pengajian tetap ramai diikuti masyarakat umum dan relawan. Menurut Musthofa, pengajian bukan soal tempat maupun siapa yang hadir. (Adam)

“Ngaji itu bukan soal tempat atau siapa yang hadir. Akan tetapi bagaimana hati bisa menjadi lebih tenang dan dekat dengan Allah,” tuturnya.

Ia mengakui menjaga istiqomah dalam menjalankan amalan bukan perkara mudah. Namun hal tersebut dapat dilakukan jika dilandasi niat dan keyakinan yang kuat.

Dalam pelaksanaannya, Jam’iyyah Yasin Fadhilah kini memiliki sejumlah agenda rutin. Pengajian dilaksanakan setiap malam Rabu Pon disertai santunan anak yatim dan pembacaan manaqib.

Selain itu, terdapat pula kegiatan selapanan Khotmil Qur’an setiap malam Sabtu Kliwon. Berbagai kegiatan sosial dan keagamaan juga rutin digelar saat bulan Ramadan, mulai dari tarawih keliling hingga tadarus Al-Qur’an.

Ke depan, Musthofa berharap kegiatan tersebut dapat berkembang hingga tingkat kecamatan dan desa di seluruh Kabupaten Kudus. Ia ingin syiar Yasin Fadhilah dapat dirasakan manfaatnya oleh masyarakat yang lebih luas.

“Kami ingin ini tidak berhenti di sini saja. Akan tetapi bisa berkembang sampai ke desa-desa sehingga manfaatnya dapat dirasakan lebih luas,” ujarnya.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....