Pemprov Lampung Gandeng BI Gencarkan Hilirisasi Komoditas Strategis

  • 29 Apr 2026 12:18 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Pesawaran – Pemerintah Provinsi Lampung terus mendorong transformasi ekonomi daerah melalui strategi hilirisasi komoditas strategis guna meningkatkan nilai tambah dan daya saing produk lokal. Komitmen tersebut disampaikan Sekretaris Daerah Provinsi Lampung Marindo Kurniawan dalam acara Diseminasi Laporan Perekonomian Provinsi Semester I 2026 di Marriott Resort Pesawaran.

Kegiatan yang diselenggarakan oleh Bank Indonesia ini menjadi ruang sinergi antara pemerintah, pelaku usaha, hingga akademisi dalam merumuskan arah ekonomi Lampung yang lebih terintegrasi. Pertumbuhan ekonomi Lampung tahun 2025 tercatat mencapai 5,28 persen, sebuah angka positif yang melampaui rata-rata nasional dan menjadi modal kuat bagi percepatan pembangunan.

Sektor pertanian, kehutanan, dan perikanan hingga kini masih menjadi tulang punggung utama perekonomian di Bumi Ruwa Jurai. Namun, pemerintah daerah menilai Lampung perlu segera beralih dari sekadar penyedia bahan baku mentah menjadi penggerak industri pengolahan yang berbasis di perdesaan.

Sekdaprov Lampung Marindo Kurniawan menegaskan pentingnya perubahan pola pikir dari pertanian tradisional menuju modern untuk membangun ruang pertumbuhan ekonomi baru. Ia ingin memastikan manfaat ekonomi dari pengolahan produk tetap berada di desa dan dirasakan langsung oleh para petani setempat melalui program unggulan.

“Sektor pertanian harus beranjak dari sekadar penyedia bahan baku menjadi penggerak industri hilirisasi yang memberikan nilai tambah lebih besar,” ujar Marindo Kurniawan, Rabu 29 April 2026.

Program "Desaku Maju" menjadi instrumen utama dalam menciptakan ekosistem ekonomi desa yang mencakup penyediaan infrastruktur pertanian hingga penguatan kapasitas sumber daya manusia. Dengan menempatkan desa sebagai pusat pertumbuhan, rantai pasok komoditas diharapkan menjadi lebih efisien dan memberikan keuntungan maksimal bagi produsen lokal.

Kepala Perwakilan Bank Indonesia Provinsi Lampung Bimo Epyanto menjelaskan forum ini merupakan bagian dari fungsi pendampingan strategis bagi pemerintah daerah. Bank Indonesia berkomitmen terus membantu dalam memberikan masukan mengenai prospek ekonomi serta pengembangan model bisnis komoditas strategis yang ada di Lampung.

“Kami berharap seluruh pihak dapat bersama-sama memberikan kontribusi terbaik bagi perekonomian daerah, sekaligus memperkuat pemahaman mengenai kondisi ekonomi saat ini,” ujar Bimo Epyanto.

Sinergi antara pemerintah dan Bank Indonesia diharapkan mampu mereplikasi model bisnis sukses, seperti pengolahan singkong menjadi tepung mocaf, ke berbagai kabupaten dan kota lainnya. Optimisme ini menjadi landasan bagi Lampung untuk tidak hanya menjadi produsen besar, tetapi juga unggul dalam sektor pengolahan dan distribusi pangan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....