Durasi Kemarau Kalteng Lebih Panjang, Antisipasi Karhutla Diperketat
- 28 Apr 2026 16:34 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya – Musim kemarau di wilayah Kalimantan Tengah pada tahun 2026 diprediksi akan berlangsung lebih lama dibandingkan tahun-tahun sebelumnya. Fenomena alam ini menjadi sorotan utama dalam dialog interaktif "Kalteng Menyapa" yang disiarkan oleh RRI Palangka Raya pada Selasa, 28 April 2026.
Koordinator Bidang Data dan Informasi Stasiun Meteorologi Palangka Raya, Anton Budiono, menjelaskan bahwa durasi kemarau tahun ini mengalami anomali yang cukup signifikan. Menurut hitungan BMKG, perpanjangan durasi tersebut akan berkisar antara 20 hingga 40 hari di atas rata-rata normal wilayah tersebut.
"Sesuai prediksi kami, tahun ini musim kemarau akan lebih panjang 2 sampai 4 dasarian dari normalnya. Itu artinya ada tambahan waktu sekitar satu bulan lebih panjang dari biasanya yang harus kita antisipasi bersama," katanya dalam dialog tersebut.
Menanggapi potensi risiko yang meningkat akibat kemarau panjang, Badan Penanggulangan Bencana dan Pemadam Kebakaran (BPBPK) Kalteng menyampaikan telah melakukan beberapa langkah preventif. Fokus utama instansi ini adalah memastikan pesan kewaspadaan sampai hingga ke level masyarakat paling bawah untuk meminimalisir risiko bencana
Kepala Bidang Pencegahan dan Kesiapsiagaan BPBPK Kalteng, Indra Lesmana, menegaskan bahwa pihaknya telah menginstruksikan BPBD di tingkat kabupaten dan kota untuk turun langsung ke lapangan. Sosialisasi tatap muka dinilai lebih efektif dalam memberikan pemahaman mengenai bahaya Karhutla di tengah musim kemarau yang panjang.
"Kami melakukan sosialisasi langsung kepada masyarakat. Kami turun melalui BPBD kabupaten/kota, dan kami sendiri dari BPBPK Provinsi Kalteng juga terjun langsung untuk menyampaikan larangan-larangan, terutama larangan jangan membakar lahan, apalagi saat sudah ada penetapan status siaga," ujar Indra.
Menghadapi musim kemarau yan diprediksi lebih panjang, kepatuhan terhadap larangan dan kewaspadaan masyarakat menjadi langkah penting untuk mencegah kebakaran hutan dan lahan. Pemerintah daerah bersama instansi terkait akan terus memperkuat pengawasan dan sosialisasi, agar risiko bencana dapat ditekan dan aktivitas masyarakat tetap berjalan dengan aman selama musim kemarau.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....