Teknologi IPTEK Meliputi Beberapa Komponen Utama
- 26 Apr 2026 21:43 WIB
- Tual
RRI.CO.ID, Langgur - Teknologi IPTEK yang ditawarkan meliputi beberapa komponen utama. Yakni teknologi pengolahan primer yaitu proses perebusan dan pemisahan daging kerang dari cangkangnya dengan teknik sanitasi yang memenuhi standar keamanan pangan. Kemudian formulasi MP-ASI sederhana tapi bergizi dengan memasak nasi menggunakan air rebusan dari kerang yang sudah dibersihkan dan menambahkan daging kerang yang sudah di blender.
Pada saat pengolahan bisa juga divariasikan dengan tepung beras, ubi kuning, dan santan sesuai selera masing-masing untuk menghasilkan bubur instan yang lebih variatif sesuai selera masing-masing yang bisa menambah nilai gizi yang lebih tinggi sesuai dengan standar WHO dan Kementerian Kesehatan RI untuk anak usia 6–23 bulan dan balita.
Observer, John Davison Haluruk, saat kegiatan penanganan stunting di desa Dunwahan pekan kemarin, menerangkan tentang komponen utaman teknologi IPTEK, teknologi produksi dan pengemasan yang bersifat sederhana namun efisien untuk skala rumah tangga, seperti penggunaan blender uap, alat pengering suhu rendah (low-temperature dryer), dan pengemasan vakum dengan plastik food-grade berlapis aluminium foil yang mampu mempertahankan daya simpan hingga 2 minggu tanpa bahan pengawet.
"Penggunaan alat sederhana ini dimaksudkan agar dapat diadopsi langsung oleh kader Posyandu dan ibu rumah tangga tanpa ketergantungan pada teknologi industri." Jelas John Davison Haluruk
IPTEK ini juga mencakup penguatan aspek edukasi melalui modul pelatihan pemberian MP-ASI berbasis produk lokal, yang dilengkapi dengan panduan visual, infografik, serta simulasi praktik pemberian makanan kepada anak balita. Modul ini disusun berdasarkan prinsip infant and young child feeding (IYCF) dengan menyesuaikan konteks budaya dan sosial lokal masyarakat Maluku Tenggara.
Lanjutnya, keseluruhan teknologi ini telah melalui uji coba awal oleh tim pengusul melalui riset pendahuluan yang menunjukkan bahwa produk bubur kerang instan memiliki tingkat penerimaan organoleptik yang tinggi dan potensi intervensi gizi yang signifikan dalam menurunkan angka stunting. Implementasi IPTEK ini bertujuan tidak hanya menghasilkan produk bergizi, tetapi juga mendorong pemberdayaan masyarakat berbasis pengetahuan dan sumber daya lokal yang berkelanjutan.
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....