Reni Wulandari Buktikan Perempuan Mampu Pimpin Sektor Industri Berat

  • 20 Apr 2026 16:31 WIB
  •  Semarang

RRI.CO.ID, Jakarta: Sosok Reni Wulandari menjadi bukti bahwa perempuan mampu menembus dominasi sektor industri berat. Dengan pengalaman lebih dari 25 tahun di industri semen, Reni kini dipercaya menjabat sebagai Direktur Operasi di PT Semen Indonesia (Persero) Tbk sejak April 2023, sekaligus menjadi perempuan pertama yang menduduki posisi tersebut di perusahaan.

Lulusan Teknik Kimia Universitas Diponegoro dan pemegang gelar Magister Business Administration dari Swiss German University ini telah menempati berbagai posisi strategis di lingkungan SIG Group. Ia mengawali karier sebagai General Manager Pabrik Tuban dan Pabrik Narogong di PT Solusi Bangun Indonesia Tbk, sebelum kemudian dipercaya menjadi Direktur Operasi di PT Semen Gresik.

Pengangkatan Reni sebagai Direktur Operasi SIG dilakukan melalui Rapat Umum Pemegang Saham Tahunan (RUPST) pada 18 April 2023. Dalam menjalankan perannya, Reni menerapkan pendekatan Visible-Felt Leadership dengan menekankan pentingnya kehadiran pemimpin dan interaksi langsung di lapangan.

“Sebagai bagian dari minoritas gender di area operasi, saya tidak mengalami kendala terkait bias gender dalam menjalankan perubahan untuk mendukung kinerja operasi SIG. Ini menunjukkan bahwa kesetaraan gender di SIG bukan sekadar slogan, melainkan telah terimplementasi di seluruh lini,” ujar Reni melalui keterangan tertulis, Senin, 20 April 2026.

Sebagai penerima penghargaan The Most Extraordinary Women Business Leaders 2024 dari Majalah SWA, Reni menegaskan bahwa keberhasilan perempuan di industri berat tidak cukup hanya melalui wacana kesetaraan, tetapi harus dibuktikan melalui kompetensi dan konsistensi kinerja. “Kesetaraan gender mampu meningkatkan profitabilitas, inovasi, dan produktivitas melalui keberagaman perspektif,” katanya.

Menurut Reni, SIG dan sejumlah Badan Usaha Milik Negara (BUMN) lainnya telah memberikan kesempatan yang setara bagi perempuan dan laki-laki untuk berkembang sebagai respons terhadap kebutuhan bisnis modern yang menempatkan kesetaraan gender sebagai salah satu faktor pendorong kinerja organisasi. “Dalam lingkungan kerja berbasis merit, fokus pada kompetensi, kualifikasi, kinerja, dan profesionalisme akan menjadi keunggulan bagi organisasi,” jelasnya.

Sementara itu, Direktur Human Capital SIG, Hadi Setiadi menyampaikan, perusahaan menerapkan kebijakan Fair Employment Opportunity Policy untuk menjamin kesempatan yang adil dan setara bagi seluruh karyawan. Kebijakan tersebut juga menjadi bagian dari penghormatan terhadap Hak Asasi Manusia serta dukungan terhadap Tujuan Pembangunan Berkelanjutan di Indonesia.

“Kami memastikan tidak ada diskriminasi dalam proses rekrutmen maupun seleksi untuk posisi manajemen dan senior. Seluruh proses dilakukan secara transparan berdasarkan kompetensi dan kinerja, bukan faktor gender,” ujar Hadi.

Selain itu, SIG juga menyediakan berbagai fasilitas yang mendukung kebutuhan karyawan perempuan, seperti cuti melahirkan, ruang laktasi, dan dispensasi haid. Perusahaan juga membentuk komunitas karyawan perempuan “Srikandi SIG” sebagai wadah pemberdayaan dan pengembangan talenta.

“Sebagai bagian dari komitmen menciptakan lingkungan kerja yang inklusif, SIG juga menerapkan Respectful Workplace Policy untuk melindungi seluruh insan perusahaan dari segala bentuk pelecehan dan kekerasan. Dengan demikian, tercipta lingkungan kerja yang aman, kondusif, dan produktif,” ucap Hadi.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....