Makna dan Kerugian Menyia-nyiakan Waktu dalam Islam
- 18 Apr 2026 17:35 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Dalam ajaran Islam, menyia-nyiakan waktu merupakan sikap yang perlu dihindari. Bukan tanpa alasan, sikap ini dapat memberikan banyak kerugian baik di saat ini maupun di kemudian hari.
Direktur Wilayah Lembaga Pembinaan Keluarga Sakinah BKPRMI Kalimantan Tengah, Ustazah Heldayani, mengatakan setiap orang yang tidak memanfaatkan waktu dengan baik akan mendapatkan kerugian. Hanya mereka yang mengisi waktu dengan ibadah dan amal saleh yang akan memperoleh kebaikan dari waktu yang dianugerahkan Tuhan.
| Baca juga: BPBD Kotim Siaga Bencana Karhutla |
"Ayat ini menunjukkan bahwa kita semuanya ini sebagai manusia berada di dalam kerugian. Kecuali mereka yang memang memanfaatkan waktu dengan sebaik-baiknya, yaitu dengan iman, dengan amal saleh, dengan kebaikan-kebaikan," katanya, saat mengisi program Mutiara Pagi di Pro 1 RRI Palangka Raya, Kamis, 16 April 2026.
Ustazah Heldayani menambahkan, agar waktu yang diberikan Tuhan tidak menjadi hal yang sia-sia, umat Islam dianjurkan untuk menggunakan waktu sebaik mungkin. Terutama untuk melakukan berbagai kebaikan, bukan hanya di dunia tetapi juga untuk kehidupan di akhirat nantinya.
"Dengan demikian kita diajarkan bahwa waktu yang kita miliki ini tidak boleh kita sia-siakan, melainkan harus kita gunakan untuk hal-hal yang bermanfaat, untuk kebaikan dunia dan akhirat kita serta untuk mendekatkan diri kepada Allah," katanya.
Dengan memahami pentingnya waktu, umat Islam diharapkan dapat lebih bijak dalam menjalani kehidupan sehari-hari. Setiap detik yang dimiliki hendaknya diisi dengan aktivitas positif yang membawa manfaat.
Kesadaran dalam mengelola waktu juga menjadi kunci untuk meraih kebahagiaan dunia dan akhirat. Karena itu, memanfaatkan waktu dengan baik bukan hanya anjuran, tetapi juga kebutuhan bagi setiap manusia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....