Pariwisata Indonesia Perlu Diperkuat Hadapi Disrupsi Global
- 14 Apr 2026 06:53 WIB
- Ambon
RRI.CO.ID, Ambon — Pemerintah Indonesia terus mendorong penguatan sektor pariwisata melalui pendekatan quality tourism yang berfokus pada aspek keamanan, kenyamanan, dan keberlanjutan. Langkah ini dinilai penting di tengah dinamika global yang semakin tidak menentu, khususnya akibat tekanan geopolitik yang berdampak pada mobilitas wisatawan internasional.
Pengamat ekonomi kreatif, budaya, dan pariwisata, Harry Waluyo, menilai bahwa pemerintah telah menunjukkan komitmen melalui berbagai upaya strategis. Salah satunya adalah penguatan sertifikasi sumber daya manusia (SDM) pariwisata guna meningkatkan kualitas layanan serta daya saing destinasi di tingkat global.
Selain itu, pemerintah juga terus memperbaiki standar keselamatan destinasi wisata, yang menjadi faktor penting dalam membangun kepercayaan wisatawan. Hingga saat ini, tercatat lebih dari 6.200 desa wisata telah dikembangkan sebagai bagian dari strategi pemerataan ekonomi berbasis pariwisata di berbagai daerah.
Program unggulan seperti pengembangan wisata gastronomi, wellness tourism, serta event-based tourism juga menjadi andalan dalam menarik minat wisatawan. Tak hanya itu, transformasi digital melalui konsep Tourism 5.0 turut diperkuat guna meningkatkan pengalaman wisata berbasis teknologi dan data.
Namun demikian, Harry Waluyo menyoroti adanya sejumlah kelemahan kritis yang masih dihadapi sektor pariwisata Indonesia. Salah satu yang paling mendasar adalah belum adanya Tourism Crisis Command System yang terintegrasi untuk menghadapi situasi darurat, termasuk dampak konflik geopolitik global.
Menurutnya, respons yang dilakukan selama ini masih cenderung reaktif, bukan berbasis antisipasi. Ketergantungan yang tinggi terhadap wisatawan mancanegara jarak jauh (long-haul) serta jalur udara internasional juga menjadi titik rawan yang dapat mengganggu stabilitas sektor pariwisata nasional.
Ia menegaskan bahwa gap utama saat ini adalah belum adanya sistem mitigasi berbasis skenario geopolitik. Oleh karena itu, diperlukan langkah konkret dari pemerintah untuk membangun sistem manajemen krisis pariwisata yang adaptif dan proaktif, agar sektor ini tetap tangguh di tengah ketidakpastian global.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....