Dosen ITERA Soroti Paradigma Pemulihan Terumbu Karang

  • 11 Apr 2026 14:16 WIB
  •  Bandar Lampung

RRI.CO.ID, Bandar Lampung – Dosen dan Peneliti Terumbu Karang Fakultas Sains Institut Teknologi Sumatera (ITERA), Novriadi, M.Si, menyoroti perlunya perubahan paradigma dalam upaya rehabilitasi terumbu karang di Indonesia.

Menurutnya, selama ini pendekatan yang dilakukan cenderung berfokus pada transplantasi karang yang menghasilkan dampak visual dalam waktu singkat, namun belum tentu mencerminkan pemulihan ekosistem secara menyeluruh.

“Pertanyaannya, apakah yang pulih itu benar-benar ekosistemnya atau hanya permukaannya saja,” katanya kepada RRI di Bandar Lampung, Sabtu, 11 April 2026.

Ia mencontohkan kondisi di Pulau Pahawang, di mana transplantasi karang berhasil menciptakan area yang menarik, tetapi di sisi lain masih banyak wilayah yang belum pulih dari kerusakan lama.

Novriadi menekankan, kunci utama pemulihan terumbu karang terletak pada berkurangnya tekanan terhadap ekosistem, bukan semata pada penanaman kembali.

Ia menambahkan, sistem alami seperti di kawasan Krakatau menunjukkan terumbu karang dapat pulih secara bertahap ketika gangguan berhenti.

“Ketika tekanan berkurang, mekanisme alami seperti rekrutmen larva bisa berjalan kembali,” ujarnya.

Dirinya berharap ke depan pengelolaan terumbu karang dapat menggabungkan berbagai pendekatan, termasuk pengaturan aktivitas manusia, agar pemulihan berlangsung lebih berkelanjutan.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....