Jamu Jogja Mendunia Jadi Diplomasi dan Tren Sehat
- 06 Apr 2026 17:41 WIB
- Yogyakarta
Potensi Jamu sebagai diplomasi di mata dunia sebagai warisan tradisional yang menyehatkan untuk perawatan tubuh, budaya minum jamu akan menjadi pergerakan ekonomi UMKM, memperbanyak komitmen antar generasi untuk menjadikan jamu menjadi gaya hidup sehat.
“Edukasi, mempromosikan, dan mempesentasikan di berbagai aspek, di ketahui jogaja sebagai kota wisata budaya minum jamu harus digalakan dan ditanamkan rasa bangga kepada anak muda maupun Masyarakat luas baik di pameran umkm, hotel, kampus, dan tempat strategis lainya,” ucap Tazbir Abdullah , S.H., M.Hum., Penasehat dewan jamu di siaran Ngobras Pro1 RRI Yogyakarta, Minggu 5 April 2026.
Peramu jamu diberikan kesempatan dan pelatihan peningkatan kapasitas untuk meninkatkan taraf hidup kesejahteraan ekonomi, saling bergandengan memberikan dukungan dari pemerintah daerah dan lini swasta lainya sangat di butuhkan agar jamu menjadi naik kelas dan menjadi identitas Jogja.
Dr.dr. Bondan Agus Suryanto, SE, MA, Sp. KKLP, AAK, Pengurus dewan jamu Indonesia cabang Yogyakarta menyampaikan jamu memiliki sifat pengobatan dan penyembuhan namun efek penting lainya adalah efek memelihara dan meningkatkan Kesehatan.
“Meningkatkan Kesehatan dan mecegah dari berbagai penyakit sudah terbukti bahkan ada juga herbal jamu yang sudah setara dengan dengan obat-obatan modern disebut dengan Fitofarmaka adalah jamu atau obat bahan alam yang khasiat maupun keamanannya telah teruji secara klinis pada manusia maupun praklinik pada hewan, menjadikannya setara dengan obat modern karena standar pembuatan tinggi dan pembuktian ilmiah,”katanya.
Dalam kesempatan tersebut Nina Rahayu Purnomo selaku Ketua Jogja Husada Sehat berpesan sehat adalah gaya karena sehat menjadi gayahidup sehari-hari memiliki kualitas hidup yang tinggi, dengan jamu menjadi pilihan di era modern, minuman kini digalakan untuk dapat dinikmati berbagai lapisan yang dapat di ramu dan dikemas menarik membuat sehat, dan dapat menjadi immune booster. (Rifa Hanafi)
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....