Merajut Silaturahmi di bulan yang penuh berkah
- 05 Apr 2026 17:43 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan: Merajut tali silaturahmi di bulan yang penuh berkah adalah momen istimewa untuk meningkatkan spiritualitas dan berbagi kebaikan. Bukan saja di bulan ramadan, akan tetapi masih tinggal beberapa hari lagi momen tersebut dilakukan di bulan syawal dan menjadi kesempatan emas untuk memperkuat ukhwah atau persaudaraan, bersedekah, serta mendekatkan diri kepada Allah SWT demi menggapai ketaqwaan dan masa depan yang lebih cerah.
Melalui kajian Mutiara Pagi, edisi Minggu, 29 Maret 2026, Ustadz Muhammad Khairul Fahmi, S.Pd, syawal adalah bulan ke 10 dalam kalender Hijriah yang jatuh setelah ramadan. Sebutnya secara bahasa berarti peningkatan kualitas amal ibadah, ketaqwaan dan spiritualitas setelah di didik selama bulan ramadan. Syawal melambangkan kemenangan, kembalinya manusia ke fitrah serta momen mempererat silaturahmi.
Jelas Ustadz Khairul Fahmi, secara harfiah, syawal berarti naik atau meningkat. Dalam konteks ibadah adalah untuk melanjutkan kebiasaan baik dari ramadan dan meningkatkan derajat ketaqwaan, bukan mengakhirinya.
Dalam acara Mutiara Pagi, yang disiarkan Pro1 RRI Medan dari pukul 05.30 s.d 05.50 WIB turut juga membuka ruang tanyajawab melalui WA 0811 616 943.
Ibu Aslah di Laudendang bertanya, bagaimana Ustadz dengan perlakuan dosa-dosa yang terulang. Jawab Ustadz, kita manusia tidak lepas dengan dosa, musuh paling besar adalah melawan nafsu.
Selanjutnya pertanyaan dari ibu Syarifah di Mencirim, Ustadz bagaimana caranya agar kita tetap istiqamah di sebelas bulan, setelah bulan ramadan, karena memang untuk mempertahankan keimanan itu sulit rasanya, apalagi di hari-hari biasa, pasti banyak godaan-godaan yang tidak dapat dipertahankan. Jawab Ustadz, kita menyadari bahwa bulan ramadan itu menjadi yang mulia, bulan yang sangat lapang untuk kita beribadah kepada Allah.
"Untuk istiqamah pada bulan ramadan, pada bulan syawal juga sangat mulia kita melaksanakan ibadah puasa syawal, seperti inilah yang perlu dibangkitkan, berpuasa di hari senin dan kamis, puasa arafah, kita biasakan salat berjamaah di mesjid, baik salat fardhu, kita menjaga lisan jangan sampai bergibah," ujar Ustadz Mhd. Khairul Fahmi, S.Pd.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....