Ziarah Makam Malam Paskah Mendoakan Arwah

  • 05 Apr 2026 01:12 WIB
  •  Palangkaraya

‎‎KBRN, Palangka Raya - Dari kacamata gereja, memandang ziarah menjelang Jumat Agung dan puncaknya pada pada Paskah di Kota Palangka Raya, merupakan kebiasaan masyarakat dan tidak terkait dogma.

‎‎Pendeta GKE Palangka Raya Hulu, Tom Chandra menyebut, bahwa ziarah makam umat Kristiani saat perayaan Paskah merupakan bentuk kasih kepada keluarga yang telah meninggal dunia yang selama ini telah dilakukan umat Kristen di Kalimantan Tengah, bahkan ada yang bermalam di makam l, untuk menanti Minggu Paskah, sebagai waktu dimana Yesus Bangkit dari kematian.

‎‎Moment tersebut biasanya dimaknai sebagai bentuk penghormatan dan mengenang keluarga atau kerabat yang telah meninggal dunia, sekaligus menjadi refleksi iman bahwa setiap kematian di dalam Yesus Kristus akan dibangkitkan dan bersamanya di Surga.

‎"‎Mereka sudah tenang, sudah damai bersama Tuhan. Mereka sudah menyelesaikan garis akhir. Jadi itu gunanya kenapa kita beribadah di kuburan. Kita bukan sembahyang kubur. Kita bukan sembahyang kepada jenazah-jenazah atau arwah-arwah. Bukan. Tapi ini menegaskan bahwa sampai disitulah kuasa dosa menyerang orang percaya karena penyebabnya sudah Tuhan kalahkan. Sudah Tuhan hukum dan tidak ada ketakutan bagi orang percaya. Sehingga kita kapanpun kita mati. Termasuk hari ini sekalipun. Kita pasti yakin masuk surga," ucapnya, Jumat 3 April 2026

‎‎Dalam suasana Paskah yang identik dengan kebangkitan Yesus Kristus, ziarah kubur juga dipandang sebagai pengingat akan harapan kehidupan kekal.

‎‎Selain itu, kegiatan ini sering diisi dengan doa bersama di makam, membersihkan area kubur, serta mempererat hubungan keluarga.

‎‎Di tengah suasana yang hening, doa-doa dipanjatkan, menghadirkan kedamaian serta harapan akan kehidupan kekal.

‎Salah satu warga mengungkapkan bahwa tradisi ini juga menjadi ajang mempererat hubungan keluarga.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....