Rabu Abu Tanda Dimulainya Prapaskah Umat Katolik
- 19 Feb 2026 12:56 WIB
- Palangkaraya
RRI.CO.ID, Palangka Raya - Umat Katolik di seluruh dunia memasuki perayaan Rabu Abu, Rabu 18 Februari 2026. Perayaan ini menjadi momentum sakral ini yang menandai awal masa Prapaskah dalam kalender liturgi Gereja Katolik.
Hal tersebut disampaikan Victor Rinus Raja dalam Mimbar Agama Katolik yang disiarkan di PRO 1 RRI Palangka Raya. Dalam penyampaiannya, ia menegaskan bahwa Rabu Abu menjadi momentum penting bagi umat Katolik untuk memulai perjalanan rohani menuju Paskah.
Gereja Katolik di seluruh dunia memasuki sebuah perayaan yang sangat istimewa, yakni Hari Rabu-Abu yang merupakan awal masa prapaskah. Seluruh umat Katolik menerima tanda salib abu di dahi mereka, sebagai tanda pertobatan, kerendahan hati, dan kesadaran bahwa kita semua adalah manusia yang fana," ujarnya.
Selain pemberian abu, Gereja Katolik turut menjalankan puasa dan pantang pada Hari Rabu Abu serta setiap hari Jumat selama Masa Prapaskah. Namun demikian, menurutnya, makna puasa tidak terbatas pada menahan diri dari makanan dan minuman semata.
"Gereja Katolik menganjurkan puasa dan pantang pada hari Rabu-Abu dan semua hari Jumat selama masa Prapaskah. Tetapi puasa tidak harus soal makanan. Kita bisa berpuasa dari kebiasaan-kebiasaan yang menjauhkan kita dari Tuhan," katanya menambahkan.
Secara tidak langsung, Victor menjelaskan bahwa praktik puasa dan pantang merupakan sarana pembinaan diri untuk semakin mendekatkan umat kepada Tuhan. Ia mengajak umat Katolik untuk memaknai Masa Prapaskah sebagai kesempatan memperbarui hidup rohani melalui pertobatan, pengendalian diri, serta refleksi atas kelemahan sebagai manusia yang fana.
Pesan mendalam dari Bapak Victor mengingatkan kita bahwa perjalanan rohani ini bukanlah sebuah perlombaan menuju kesempurnaan instan, melainkan sebuah proses yang penuh kesabaran. Tuhan tidak meminta kita untuk menjadi sempurna dalam satu malam. Masa Prapaskah adalah waktu yang tepat untuk menyadari bahwa setiap usaha kecil untuk memperbaiki diri adalah bagian dari pendakian spiritual yang berharga di mata Tuhan.
Sebagai penutup, pak Viktor juga menyampaikan kutipan abadi dari Santo Agustinus untuk menjadi pengingat akan jati diri kita yang sesungguhnya: "Engkau menciptakan kami untuk diri-Mu, ya Tuhan, dan hati kami tiada henti gelisah sampai beristirahat dalam Engkau." Menurutnya kalimat ini menegaskan bahwa segala bentuk puasa, pantang, dan pertobatan yang dijalani pada akhirnya bermuara pada satu tujuan, yaitu menemukan kedamaian sejati dalam pelukan kasih Allah.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....