PSEL Makassar: antara Harapan Baru dan Tantangan Sosial
- 04 Apr 2026 17:54 WIB
- Makassar
RRI.CO.ID, Makassar - Rencana pembangunan fasilitas Pengolahan Sampah menjadi Energi Listrik atau PSEL di Kota Makassar membawa harapan besar sekaligus memunculkan kekhawatiran sosial. Ribuan pemulung yang selama ini menggantungkan hidup di TPA Antang terancam kehilangan sumber penghidupan.
Husniati Amirullah pengamat lingkungan hidup mengatakan "lebih dari 50 persen pemulung di TPA Antang mengandalkan aktivitas memulung sebagai satu-satunya cara menyambung hidup, dan kehadiran PSEL dengan sistem mesin tertutup akan berdampak langsung pada mereka" sebagaimana dikutip dari siaran dialog interaktif RRI Pro 1 Makassar, Kamis 2 April 2026.
Di sisi lain, kondisi kerja para pemulung saat ini pun tidak aman. Beberapa kasus kecelakaan akibat runtuhan sampah pernah merenggut nyawa. Keberadaan PSEL diharapkan dapat meminimalkan risiko tersebut.
"pemerintah wajib menyiapkan wadah alternatif bagi para pemulung, misalnya dengan mengoptimalkan bank sampah agar mereka tetap bisa bekerja dan berkontribusi pada pengurangan sampah" sambut Husniati
Kepala Dinas Lingkungan Hidup Kota Makassar, Helmy Budiman, mengakui bahwa nasib pemulung adalah isu yang harus ditangani serius. Ia menyebut PSEL sejatinya membuka peluang bagi sektor informal untuk bergeser ke pekerjaan yang lebih formal dan lebih aman.
"Pemerintah berharap para pemulung dapat masuk ke sektor yang lebih tertib dan teratur, mengingat pekerjaan memulung di kawasan TPA tergolong sangat berisiko, seperti yang terjadi di Bantar Gebang di mana banyak pemulung kehilangan nyawa" jelas Helmy dalam dialognya.
Selain isu pemulung, lokasi TPA Antang yang sudah berhimpitan dengan permukiman juga menjadi sorotan. TPA tersebut dibangun pada 1992 saat kawasan sekitarnya masih kosong, namun kini permukiman warga sudah bersentuhan langsung dengan tembok TPA.
Pemerintah mempertimbangkan berbagai alternatif solusi termasuk relokasi atau penerapan teknologi ramah lingkungan, dan penandatanganan kerja sama dengan Gubernur dijadwalkan berlangsung pada 3 April 2026.
Seluruh narasumber sepakat bahwa penyelesaian masalah sampah Makassar membutuhkan sinergi semua pihak, mulai dari pemerintah, aktivis lingkungan, hingga masyarakat. PSEL bukan satu-satunya jawaban, melainkan bagian dari ekosistem pengelolaan sampah yang harus dibangun bersama.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....