Hampers, Asal-Usul serta Peruntukannya
- 19 Mar 2026 08:24 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID, Semarang - Setiap hari raya atau perayaan tertentu biasannya ada tradisi unik bertukar bingkisan satu sama lain. Barang berupa makanan maupun perabotan atau barang lain ini kemudia dikenal dengan Hampers.
Hampers merupakan bentuk bingkisan yang berisi berbagai produk makanan maupun barang yang dikemas estetik pada keranjang maupun kotak khusus. Tradisi bertukar hampers memang telah berkembang lama sebagai symbol perhatian dan berbagi kebahagiaan.
Jika dirunut asal-usulnya, hampers berasal dari Inggris pada era Ratu Victoria. Pada masa itu, masyarakat kelas atas Inggris mengirimkan keranjang berisi makanan kepada keluarga maupun kerabat sebagai hadiah Natal.
Keranjang tersebut biasanya berisi roti, keju, daging olahan, serta minuman khas musim dingin. Isi dari hampers sendiri mencerminkan kemewahan dan juga merupakan bentuk kepedulian kepada penerima.
Lambat laun, tradisi berbagi hampers menyebar dan berkembang ke berbagai negara dan menembus batas budayabudaya. Dengan konsep yang sama, yaitu untuk berbagi rezeki serta mempererat hubungan sosial melalui pemberian bingkisan.
Hampers menjadi popular di Indonesia saat perayaan hari besar seperti Idul Fitri dan Natal. Bingkisan ini umumnya berisi kue kering, sirup, cokelat, atau produk kebutuhan rumah tangga lainnya.
Tradisi berbagi hampers pun juga berkembang di lingkungan profesional. Banyak perusahaan juga mengirimkan hampers kepada klien maupun karyawan sebagai bentuk apresiasi dan sebagai sarana menjaga hubungan baik.
Saat ini, kemasan hampers hadir dengan berbagai tema dan desain modern yang disesuaikan dengan kebutuhan dan permintaan pasar. Meski tampilannya berubah, makna utamanya tetap untuk berbagi, perhatian, dan mempererat silaturahmi.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....