Makna Hari Raya Nyepi bagi Umat Hindu
- 17 Mar 2026 07:32 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Setiap tahun umat Hindu merayakan Tahun Baru Saka. Hari besar umat Hindu yang dirayakan dengan ketenangan.
Umat Hindu merenungkan kehidupan untuk menjadi lebih baik untuk menyongsong tahun baru saka 1948. Hari suci Nyepi tahun 2026 diperingati pada Rabu, 18 Maret 2026. Umat Hindu tidak melakukan aktifitas sehari-hari saat perayaan Nyepi.
Penyuluh Agama Hindu Kementerian Agama Kabupaten Bantul Ketut Baskara mengatakan rangkaian hari raya nyepi sudah dilakukan dan bertujuan untuk menyucikan diri.
| Baca juga: Gereja HKTY Pugeran Lestarikan Tradisi Jawa |
“Untuk hari raya Nyepi sudah berproses dari bulan Februari sudah ada saling diskusi tentang keagamaan dan seperti pesantren kilat sudah berlangsung tanggal 7 Maret,“ katanya. “Untuk hari Sabtu ada reresik segoro tanggal 14 Maret, dilanjutkan membersihkan pantai di Parangkusumo dan Minggunya melasti yaitu membersihkan diri, menyucikan diri di Pantai Parangkusumo. Setelah itu tanggal 18 Maret ada pangrupukan di Prambanan."
Ketut Baskara juga menambahkan di DIY di Parangkusumo Bantul, kalau di Gunungkidul mengadakan sudah pada tanggal 3 Maret di Pantai Ngobaran. Catur Brata penyepian pada tanggal 19 Maret dan setelah Nyepi tanggal 20 kegiatan dilanjutkan dengan lambak geni artinya buka puasa istilahnya.
“Tujuan Nyepi adalah ibadah memperingati tahun baru saka dan juga kita melakukan catur brata penyepian,”katanya.
Catur Brata Penyepian dalam umat Hindu, antara lain amati geni (tidak menyalakan api atau cahaya), amati karya (tidak bekerja), amati lelunganan (tidak bepergian), dan amati lelanguan (tidak bersenang-senang).
“Pati geni tidak makan, menyalakan api, tidak pergi pergi, dan tidak melakukan kesenangan amati lelungan. Ditujukan untuk meditasi sembahyang selama satu hari itu atau instrospeksi diri,” katanya.
Tema Nyepi tahun ini adalah Hamemayu Hayuning Bawana Vasudhaiva Kutumbakam. Artinya, satu Bumi satu keluarga. Kita semua dari satu Bumi ini sebagai satu keluarga, kita mempunyai sumber yang sama. Ketika kita mengerti itu, kita menganggap semua orang itu satu keluarga, satu semesta, satu keluarga.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....