Pelestarian Bahasa Daerah Dapat Dikembangkan Melalui Sastra
- 23 Feb 2026 12:26 WIB
- Tanjungpinang
RRI.CO.ID, Tanjungpinang – Pelestarian bahasa daerah dapat dilakukan melalui kegiatan sastra, seperti pantun, puisi dan syair. Ketiga sastra tersebut, merefleksikan ciri khas suatu daerah dan dekat di masyarakat.
Ketua Ikatan Duta Bahasa (IKADUBAS) Kepri, Muhammad Chairuddin, mengatakan dari pengamatan pihaknya bahasa daerah atau bahasa Melayu di Provinsi Kepri sangat baik. Walaupun, penggunaannya di campur-campur dengan bahasa lainnya seperti Bahasa Indonesia.
Bahasa Melayu masih dituturkan oleh masayarakat di Kepri, mulai dari anak-anak maupun orang dewasa. “Jadi, kecintaan dan minat generasi muda kita terhadap bahasa daerah masih ada, walaupun seringkali bercampur bahasanya dengan bahasa lainnya,” ujar Muhammad Chairuddin Senin, 23 Februari 2026.
Menurutnya untuk lebih melestarikan bahasa daerah di Kepri dapat dilakukan melalui pantun, puisi atau syair. Ketiga sastra tersebut merupakan ciri khas daerah Kepri dengan bahasa Melayunya.
Dicontohkannya, pantun yang berbahasa daerah seperti bahasa Melayu Kepri, berbeda dengan pantun dari daerah lain. Pantun tidak hanya ada di Kepri tapi juga didaerah lainnya seperti Jakarta dengan bahasa Betawi dan daerah lainnya.
Pantun setiap daerah berbeda-beda dan memiliki ciri khas, apalagi jika digunakan dengan bahasa daerah masing-masing. Ketika sastra tersebut dikembangkan secara konsisten akan menjadi sarana pelestarian bahasa daerah yang berkelanjutan.
“Jika dikembangkan terus menerus, hal tersebut menjadi salah satu sarana pelestrian bahasa daerah,” ucapnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....