Dirjen Pendis Kemenag RI Kunjungi MAN 2 Medan

  • 31 Jan 2026 14:21 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan - Kurikulum Berbasis Cinta merupakan kurikulum yang dirancang dengan menitikberatkan pada pengembangan karakter, pembelajaran berbasis pengalaman, serta perhatian mendalam terhadap aspek sosial dan emosional dalam pendidikan. Kurikulum ini bertujuan untuk melahirkan insan yang humanis, nasionalis, naturalis, toleran, dan selalu mengedepankan cinta sebagai prinsip dasar dalam kehidupan.

Demikian disampaikan Direktur Jenderal Pendidikan Islam Kementerian Agama RI, Amien Suyitno, saat memberikan kuliah umum di MAN 2 Model Medan, Jumat, 30 Januari 2026. Amien mengatakan melanjutkan bahwa penyelesaian masalah-masalah kemanusiaan di tingkat lokal, tetapi juga berkontribusi pada penyelesaian tantangan global.

Melalui pendekatan yang mengintegrasikan nilai-nilai cinta dan toleransi ke dalam pembelajaran, kurikulum ini menawarkan solusi untuk berbagai konflik sosial, diskriminasi, dan ketidakadilan yang terjadi di berbagai belahan dunia.

"Dengan demikian, Kurikulum Berbasis Cinta menjadi sebuah langkah strategis untuk menciptakan dunia yang lebih damai, harmonis, dan berkeadaban yang berada dalam satu kesatuan kerangka utuh berupa sikap saling mencintai antarsatu dengan yang lain," ucap Amien Suyitno.

Sementara, Kepala Madrasah MAN 2 Medan, Wuri, dalam sambutannya menyampaikan ucapan terima kasih yang tak terhingga kepada Dirjen Pendis Kemenag Pusat Jakarta Amin Suyitno di tengah-tengah kesibukannya masih memiliki waktu luang untuk hadir di MAN 2 Model Medan memberikan kuliah umum terkait Kurikulum Berbasis Cinta kepada para guru.

Kedatangan Dirjen Pendis ke MAN 2 semakin menambah keyakinan dan keseriusan pihak MAN 2 dalam menerapkan KBC ini secara sempurna dan totalitas.

Wuri menambahkan sebagaimana yang diketahui bahwa kementerian agama saat ini sedang menerapkan kurikulum baru berbasis cinta, kurikulum ini didasari dari masih terdapat fenomena sejumlah pelajar yang menunjukkan sikap intoleran, saling menyalahkan, bahkan membenci satu sama lain karena perbedaan keyakinan, hal ini sering kali terjadi tanpa disadari sejak dini.

"Oleh karena itu, Kurikulum Cinta hadir sebagai solusi melalui insersi nilai-nilai keberagaman dalam berbagai mata pelajaran, termasuk fikih yang sedang dilaksanakan ini," kata Wuri.

“Sebagaimana yang kita ketahui Kurikulum Berbasis Cinta dibangun atas lima nilai utama yang disebut Panca Cinta, yakni: Cinta kepada Tuhan Yang Maha Esa dan rasulullah. Cinta kepada Diri dan Sesama, Cinta kepada Ilmu Pengetahuan, Cinta kepada Lingkungan, Cinta kepada Bangsa dan Negeri.

Usai pemberian kuliah umum berbasis cinta Dirjen Pendis beserta rombongan dari Jakarta menandatangani prasasti gedung baru pembelajaran MAN 2 Model Medan sebanyak 6 kelas yang merupakan hibah dan bantuan dari pemerintah kepada madrasah Indonesia.

Total 87.000 madrasah se-Indonesia, MAN 2 mendapatkan bantuan berupa fasilitas gedung kelas Pembelajaran yang akan digunakan untuk para siswa MAN 2, dan terakhir kunjungan Dirjen Pendis ditutup dengan peninjauan lokasi MAN 2 Model Medan mulai dari kelas ruang belajar, kantor guru dan tata usaha serta gedung lain yang merupakan fasilitas pembelajaran MAN 2.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....