Kementan Gelar Gerakan Tanam Serempak di 26 Provinsi

  • 18 Jul 2026 18:23 WIB
  •  Kediri
Poin Utama
  • Kementerian Pertanian melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) kembali melaksanakan Gerakan Tanam Serempak
  • Upaya percepatan penanaman lahan pertanian sangat diperlukan pada saat ini, terutama sepanjang masih ada air
  • Kinerja sektor pertanian nasional saat ini terus menunjukkan tren positif, yakni cadangan Beras Pemerintah (CBP) yang dikelola Perum Bulog telah mencapai sekitar 5,2 juta ton pada pertengahan Juli 2026, tertinggi sepanjang sejarah Indonesia

RRI.CO.ID, Nganjuk - Kementerian Pertanian (Kementan) melalui Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian (BPPSDMP) menggelar Gerakan Tanam Serempak di 26 provinsi, Sabtu 18 Juli 2026. Kegiatan dipusatkan di Desa Gemenggeng, Kecamatan Pace, Kabupaten Nganjuk, Jawa Timur, sebagai upaya mempercepat produksi pangan nasional dan mendukung swasembada pangan.

Kepala BPPSDMP, Idha Widi Arsanti, mengatakan gerakan tanam ini merupakan langkah konkret untuk mempercepat pemanfaatan lahan hasil program Optimalisasi Lahan (Oplah) dan Cetak Sawah Rakyat (CSR) agar segera berproduksi.

"Selain meningkatkan luas tanam, kegiatan ini juga diarahkan untuk mendorong peningkatan indeks pertanaman sehingga produktivitas lahan terus meningkat dan mampu memperkuat ketahanan pangan nasional," kata Arsanti.

Menurut Arsanti, percepatan tanam harus dikawal secara berkelanjutan melalui pendampingan penyuluh pertanian, penerapan teknologi budidaya, penggunaan varietas unggul, serta mekanisasi agar produktivitas lahan terus meningkat.

Sementara itu, Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan Jawa Timur, Heru Suseno, menyebut percepatan tanam menjadi langkah penting selama ketersediaan air masih mencukupi di tengah tantangan sektor pertanian, termasuk dampak El Nino.

"Kami bersyukur percepatan tanam dipusatkan di Jawa Timur, dan kami mendukung untuk terus mewujudkan swasembada pangan nasional," ujar Heru.

Senada, Penanggung Jawab Swasembada Pangan Berkelanjutan Jawa Timur, Yurisdiksi Tiyanto, menilai Gerakan Tanam Serempak juga menjadi bagian dari modernisasi pertanian melalui pemanfaatan alat dan mesin pertanian modern.

"Program Pertanian Modern Advance Agriculture System didukung alat pertanian modern yang mampu menghemat waktu tanam, mengurangi tenaga kerja, dan produksinya bisa mencapai 10 ton per hektare," kata Yurisdiksi.

Di sisi lain, Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Nganjuk, Ida Shobihatin, optimistis gerakan tanam serempak akan berdampak pada peningkatan produktivitas pertanian di daerah.

"Kami meyakini melalui gerakan tanam serentak ini maka angka produktivitas pertanian di wilayah Kabupaten Nganjuk akan kian bertambah dan sekaligus mendukung ketahanan pangan nasional," ujar Ida.

Berdasarkan data Kementan hingga 16 Juli 2026, luas tanam di lokasi Oplah 2024 telah mencapai 531.730 hektare, Oplah 2025 seluas 675.797 hektare, sedangkan lahan CSR 2025 mencapai 64.509 hektare. Gerakan Tanam Serempak melibatkan pemerintah daerah, penyuluh pertanian, Brigade Pangan, TNI-Polri, dan petani untuk mempercepat peningkatan produksi pangan nasional.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....