Pemprov Sulsel Gencarkan Aksi Stop Stunting

  • 18 Jul 2026 10:16 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar: Pemerintah Provinsi (Pemprov) Sulawesi Selatan terus memperkuat upaya penurunan angka stunting di wilayahnya salah satunya dengan melakukan Kegiatan Aksi Stop Stunting. Demikian disampaikan Andi Nurseha, Kepala Bidang Kesehatan Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Selatan lewat Dialog Indonesia Sehat Pro 1 RRI Makassar, Jum’at, 17 Juli 2026.

Dikatakan, Tahun ini, Pemprov Sulsel di bawah kepemimpinan Gubernur, kembali mencanangkan aksi stop stunting yang difokuskan pada tingkat desa. Strategi ini melibatkan istri kepala desa dan lurah, yang menjabat sebagai ketua tim pembina Posyandu serta ketua tim penggerak PKK, untuk bergerak aktif dalam melakukan edukasi dan pendampingan bagi masyarakat. Langkah ini bertujuan untuk membangun kesadaran kolektif kepada masyarakat.

“Tahun ini itu ada kita mencanangkan lagi untuk aksi stop stunting ya, yang difokuskan pada titik awal yaitu di desa, Jadi kita akan melibatkan semua istri desa dan lurah untuk bersama-sama bagaimana stunting ini bisa kita minimalisir atau menurunkan stunting ini,” ungkapnya kepada RRI.

Menurut Andi Nurseha, aksi ini tidak hanya terbatas pada pemberian makanan tambahan (PMT) atau multivitamin semata, melainkan mengedepankan perubahan perilaku masyarakat. Ia menjelaskan bahwa kolaborasi lintas sektor menjadi kunci utama dalam memastikan program penurunan stunting dapat berjalan secara masif dan berkelanjutan hingga ke pelosok daerah.

Lebih lanjut Andi Nurseha mengatakan bahwa Perubahan perilaku ini diharapkan dapat menciptakan dampak jangka panjang dibandingkan hanya sekadar intervensi fisik. "Bapak Gubernur berpikir jangka panjang, bagaimana mengubah perilaku masyarakat sehingga betul-betul bersama-sama untuk bisa meminimalisir atau menurunkan angka stunting yang ada di Provinsi Sulawesi Selatan," ungkapnya.

Keberhasilan program ini juga bergantung pada tiga komponen utama, yaitu pola asuh anak yang baik, pola makan yang bergizi, serta ketersediaan air bersih dan sanitasi lingkungan yang memadai. Tanpa dukungan sanitasi dan air bersih, intervensi gizi tidak akan memberikan hasil yang maksimal, sehingga edukasi menyeluruh kepada keluarga menjadi sangat vital bagi keberhasilan penurunan stunting.

Andi Nurseha mengungkapkan bahwa prevalensi stunting di Sulsel menunjukkan tren positif, turun dari 27,3% pada tahun 2023 menjadi 23,3% pada tahun 2024. Meskipun angka tersebut masih di atas rata-rata nasional sebesar 19,8%, Pemprov Sulsel tetap berkomitmen melakukan penguatan melalui berbagai strategi yang terintegrasi di seluruh kabupaten/kota.

google-preference
Kata Kunci / Tags

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....