Cegah Radikalisme, Ustaz Muhammad Lahir Ajak Warga Rawat Keberagaman

  • 17 Jul 2026 20:17 WIB
  •  Pontianak

RRI.CO.ID, Pontianak - Di tengah keragaman suku dan agama di Kalimantan Barat, pemahaman agama yang moderat (wasathiyah) menjadi fondasi utama demi merawat kedamaian. Kemajemukan ini adalah anugerah Tuhan yang sejatinya diciptakan agar umat manusia saling mengenal (lita'arofu) dan bersinergi, jauh dari sikap saling memaksakan kehendak.

Pesan menyejukkan ini menjadi benang merah dalam program Ngander di RRI Pro 4 Pontianak, Kamis, 16 Juli 2026. Dipandu oleh penyiar Yulanda, dialog bertajuk "Membangun Ketahanan Masyarakat dari Radikalisme dan Intoleransi" tersebut menghadirkan Ustaz Dr. Muhammad Lahir, M.Pd., Sekretaris Umum Al-Jamiatul Washliyah Provinsi Kalbar sekaligus Sekum MUI Kota Pontianak.

Ustaz Lahir memaparkan, paham radikal pada dasarnya muncul ketika individu atau kelompok memaksa pihak lain untuk mengikuti tujuannya melalui cara-cara kekerasan, dengan mengesampingkan aturan hukum yang berlaku. Sementara itu, intoleransi bersumber dari hilangnya sikap menghargai perbedaan, yang faktanya kerap terjadi secara eksternal antarumat beragama maupun secara internal di dalam satu agama itu sendiri.

Menjawab pertanyaan masyarakat mengenai akar munculnya radikalisme, akademisi Universitas PGRI Pontianak ini menyoroti bahaya pemahaman agama yang setengah-setengah.

"Banyak kelompok yang memahami ajaran agama secara sepotong-sepotong (parsial), tidak secara utuh. Ketidakpahaman inilah yang sering memicu tindakan ekstrem. Tugas kita sebagai pemuka agama adalah memberikan penjelasan secara tuntas dengan selalu menekankan nilai kasih sayang atau rahmatan lil alamin," kata Ustaz Muhammad Lahir menegeaskan.

Ia menambahkan, prinsip ketegasan dalam beragama wajib ditujukan untuk mendisiplinkan umat di dalam agama itu sendiri, sama sekali dilarang digunakan untuk menekan pemeluk agama lain. Sesuai prinsip La ikraha fiddin (tidak ada paksaan dalam agama), dakwah harus disampaikan dengan cara yang damai.

Dalam memperkuat ketahanan sosial, Ustaz Lahir juga mengingatkan bahaya ruang digital yang kerap dimanfaatkan sebagai inkubator hoaks dan ujaran kebencian. Masyarakat diminta bijak berselancar di media sosial dengan mengedepankan asas tabayyun (klarifikasi) sebelum menyebarkan sebuah informasi.

Ia berpesan agar warga tidak mudah terprovokasi apalagi bertindak sebagai penyebar aib pihak lain. Ajaran agama dengan tegas meminta umatnya untuk melindungi aib sesama, sekaligus mendorong penyelesaian konflik lewat jalur dialog dan musyawarah.

Menutup perbincangan, Ustaz Lahir mengajak seluruh tokoh masyarakat dan pemuka agama di Kalbar untuk berdiri di garda terdepan sebagai pemersatu umat. "Mencintai tanah air dan menjaga kedamaian lingkungan adalah bagian dari nilai ibadah yang besar. Mari kita fokus menjadi teladan yang memberikan manfaat nyata bagi keluarga dan masyarakat luas," ucapnya.

Baca juga: Bangkit dari Musibah, Iqbal Sukses Rintis Usaha Es Gembul

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....