FKUB Makassar Perkuat Kolaborasi Rumah Ibadah untuk Kurangi Sampah

  • 17 Jul 2026 10:04 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID, Makassar - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Kota Makassar mendorong seluruh rumah ibadah menjadi pelopor gerakan kebersihan lingkungan melalui kolaborasi yang lebih erat dengan pemerintah daerah. Upaya tersebut dinilai penting karena rumah ibadah memiliki jangkauan yang luas dan mampu menggerakkan masyarakat untuk membangun kesadaran menjaga lingkungan.

Wakil Ketua FKUB Makassar, Hasan Pinang, mengatakan jumlah rumah ibadah di Kota Makassar mencapai sekitar 1.500 unit, dengan mayoritas telah terdaftar dalam Sistem Informasi Masjid (SIMAS). Menurutnya, potensi tersebut perlu dimanfaatkan sebagai kekuatan bersama untuk mengampanyekan kepedulian terhadap kebersihan lingkungan.

"Selama ini program yang berjalan masih bersifat kampanye pada rumah ibadah tertentu. Ke depan, kolaborasi ini harus diperkuat. FKUB akan terus mendorong seluruh majelis agama untuk bersungguh-sungguh berkolaborasi dengan pemerintah daerah karena kebersihan harus menjadi kampanye bersama," kata Hasan Pinang, Jumat 17 Juli 2026.

Ia menegaskan menjaga kebersihan merupakan bagian dari implementasi nilai-nilai keagamaan. Dalam ajaran Islam, kata dia, kebersihan merupakan bagian dari iman sehingga rumah ibadah memiliki tanggung jawab moral untuk menjadi contoh dalam menjaga lingkungan tetap bersih dan sehat.

"Kebersihan menjadi standar keimanan. Dalam Islam dikenal bahwa kebersihan adalah sebagian dari iman. Karena itu, gerakan menjaga kebersihan di rumah ibadah bukan sekadar kegiatan sosial, tetapi juga bentuk pengamalan ajaran agama," ujarnya.

Hasan menjelaskan, gerakan tersebut juga telah diperluas ke lingkungan pendidikan keagamaan, termasuk pondok pesantren. Menurutnya, apabila satu pondok pesantren dengan sekitar 500 santri mampu mengelola sampah dan menjaga kebersihan lingkungannya, maka potensi sampah yang dikirim ke tempat pembuangan akhir (TPA) dapat berkurang. Jika diterapkan di banyak pesantren dan rumah ibadah, dampaknya akan signifikan terhadap pengurangan volume sampah di Kota Makassar.

"Bayangkan jika setiap pesantren dan rumah ibadah melakukan hal yang sama. Dampaknya akan sangat besar bagi lingkungan. Karena itu, FKUB bersama seluruh majelis agama akan terus memperkuat gerakan ini sebagai wujud keimanan sekaligus kontribusi nyata dalam menjaga kebersihan Kota Makassar," tutup Hasan Pinang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....