Usai MPLS, Program MBG di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta Kembali Dimulai
- 16 Jul 2026 19:06 WIB
- Yogyakarta
RRI.CO.ID, Yogyakarta – Program Makan Bergizi Gratis (MBG) di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta akan kembali dilaksanakan setelah sempat dihentikan sementara selama masa libur sekolah. Rencananya, MBG akan mulai didistribusikan kepada para siswa setelah Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) berakhir.
Wakil Kepala Bidang Kesiswaan SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Muflikh Najib, mengatakan kebijakan tersebut diambil agar pelaksanaan MBG dapat berjalan lebih optimal ketika kegiatan belajar mengajar sudah kembali normal.
“Untuk minggu-minggu ini kita belum pakai MBG, belum memesan MBG lagi. InsyaAllah nanti kita akan gunakan MBG di minggu berikutnya ketika sudah aktif karena minggu ini masih MPLS dan sekolah masih crowded karena persiapan tahun ajaran baru,” ujar Najib melalui sambungan telepon, Rabu, 15 Juli 2026.
Najib mengatakan, pelaksanaan MBG di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta selama hampir satu tahun terakhir berjalan dengan baik, tanpa kendala berarti. Namun, pada tahun ajaran baru ini sekolah akan menerapkan mekanisme baru dalam penyaluran MBG.
Jika sebelumnya seluruh siswa mendapatkan MBG, kini pihak sekolah akan melakukan pendataan untuk mengetahui siswa yang benar-benar berminat menerima program tersebut. Langkah ini dlakukan agar penyaluran MBG lebih tepat sasaran sekaligus meminimalkan sisa makanan yang masih kerap ditemukan.
“Pelaksanaannya sejauh ini sebenarnya baik-baik saja karena kita mempunyai tenaga untuk mengurus dan mendistribusikan MBG. Hanya saja di tahun ajaran baru ini ada perubahan. Berubahnya dalam artian kita akan melakukan pendataan terkait wali dan siswa yang memang betul-betul menginginkan MBG,” katanya.
Rencana pendataan ulang penerima MBG tersebut mendapat respons positif dari para siswa. Salah satunya Abipraya, siswa kelas XII SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta ini menilai langkah tersebut dapat mengurangi pemborosan makanan dan memastikan program diterima oleh siswa yang membutuhkan.
“Kalau dari saya mending didata karena enggak semua orang itu mau, malah jadi mubazir. Karena memang kalau pada mengembalikan ompreng itu menunya banyak yang dibuang begitu saja, eman-eman. Mending dialokasikan buat yang lain yang lebih membutuhkan,” ujar Abipraya saat ditemui di SMA Muhammadiyah 3 Yogyakarta, Kamis, 16 Juli 2026.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....