Kemensos Ungkap Penyebab Minimnya Kuota SD Sekolah Rakyat Terintegrasi Sragen
- 16 Jul 2026 15:01 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Sragen - Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Sekolah Rakyat (SR) Terintegrasi 78 Sragen resmi dimulai. Namun, kuota peserta didik untuk jenjang Sekolah Dasar (SD) masih minim, yakni baru terisi 10 anak. Kondisi ini berbanding terbalik dengan jenjang SMP dan SMA yang justru kelebihan peminat hingga mencapai empat rombongan belajar (rombel).
Pembukaan MPLS SR dilakukan serentak secara nasional dan dipusatkan di Kabupaten Sragen, Selasa 14 Juli 2026 siang. Agenda ini dihadiri langsung oleh Menteri Sosial Saifullah Yusuf, Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono, serta Bupati Sragen Sigit Pamungkas.
Menteri Sosial, Saifullah Yusuf mengakui ketimpangan jumlah siswa ini menjadi pekerjaan rumah (PR) besar bagi pemerintah pusat maupun pengelola di daerah. Secara nasional, Kemensos mengalokasikan kuota sekitar 9.000 siswa untuk program sekolah terintegrasi ini. Namun, serapan untuk jenjang SD baru mencapai kisaran 5.000 siswa.
"Khusus untuk SD ini, kami sedang bekerja sama dengan pemerintah daerah untuk bisa memberikan pemahaman kepada masyarakat dan menjangkau lebih banyak lagi anak-anak usia sekolah dasar," ujar Mensos yang akrab disapa Gus Ipul tersebut.
Gus Ipul membeberkan, kendala utama di lapangan umumnya berkaitan dengan faktor psikologis orang tua. Banyak orang tua yang mengaku belum siap melepas anak usia SD untuk tinggal di fasilitas asrama sekolah.
"Mungkin orang tuanya masih belum bisa jauh dari putra-putrinya. Karena itu kita hormati, kita tidak bisa memaksa. Selama orang tuanya bersedia dan menandatangani persetujuan, ya kita tindak lanjuti. Tapi kalau menolak, kita beri kesempatan lagi nanti pada lain waktu," katanya menjelaskan.
Terkait kesiapan fasilitas, Kemensos saat ini terus berkoordinasi dengan Kementerian Pekerjaan Umum (PU) untuk meningkatkan kapasitas gedung. Sesuai arahan Presiden, kapasitas sekolah yang semula dirancang untuk 1.000 siswa akan ditingkatkan daya tampungnya menjadi 2.000 siswa untuk jenjang SD, SMP, dan SMA.
"Untuk tahun ini, ada 19 gedung permanen yang telah siap menyelenggarakan MPLS hari ini. Ada 60 lebih lagi nanti di akhir bulan, tanggal 31 Juli, dan sisanya mungkin di bulan September," ujarnya.
Menanggapi kekhawatiran orang tua mengenai pola pengasuhan anak di asrama, Gus Ipul memastikan bahwa pihak sekolah telah menyiapkan skema pendampingan yang matang. Setiap jenjang kelas akan dikawal oleh guru dan kepala sekolah menggunakan kurikulum serta model bimbingan khusus anak-anak. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....