Diwarnai Aksi, Mentan Ajak Mahasiswa USU Berinovasi Dukung Swasembada Pangan

  • 15 Jul 2026 15:15 WIB
  •  Medan

RRI.CO.ID, Medan- Menteri Pertanian Andi Amran Sulaiman mengajak generasi muda mengambil peran dalam mewujudkan swasembada pangan melalui inovasi dan kolaborasi. Hal itu disampaikannya saat mengisi kuliah umum bertajuk Inovasi dan Kolaborasi Generasi Muda Menuju Swasembada Pangan yang digelar Universitas Sumatera Utara (USU) bersama Kementerian Pertanian di Auditorium USU, Rabu, 15 Juli 2026.

Saat menyampaikan pidato, dua mahasiswa USU melakukan aksi di dalam Gedung Auditorium secara spontan. Dengan membawa Toa (pengeras suara) mereka menyampaikan aspirasi.

Tak lama berselang, kedua mahasiswa sempat meninggalkan lokasi. Sebelum akhirnya, keduanya diajak berdialog di atas panggung oleh Andi Amran Sulaiman.

"Kami jelaskan pakai data, bukan narasi yang kosong. Jadi, kalau mau kritik, tujukan fakta. Setelah saya beri penjelasan, dan mereka langsung paham," ujarnya.

Amran mengatakan, kuliah umum ini bertujuan memberikan pemahaman sekaligus motivasi kepada mahasiswa mengenai pentingnya ketahanan pangan dan peluang generasi muda untuk berkontribusi dalam pembangunan sektor pertanian.

"Kami memberi motivasi pada generasi muda. Karena generasi muda khususnya Universitas Sumatera Utara ini luar biasa. Anaknya cerdas-cerdas, kritis, tapi kritikannya konstruktif. Kita harus bina mereka, generasi kita akan datang, mereka akan mengisi pemerintahan ke depan. Kita harus arahkan dengan baik," ujar Amran.

Ia menilai mahasiswa memiliki peran penting sebagai calon pemimpin bangsa. Karena itu, menurutnya, generasi muda perlu memahami kondisi sektor pertanian nasional sekaligus mengetahui capaian pemerintah dalam mewujudkan swasembada pangan.

Amran menjelaskan, pemerintah telah berhasil mencapai swasembada pada sejumlah komoditas pangan. Bahkan, beberapa komoditas telah memasuki pasar ekspor.

"Ternyata masih banyak yang belum tahu bahwa kita sudah swasembada, bahkan kita ekspor, beras tidak impor lagi bahkan kita ekspor. Delapan komoditas sudah swasembada dan ekspor. Nah ini kami jelaskan tadi, alhamdulillah mereka paham," katanya.

Sementara, Rektor Universitas Sumatera Utara, Muryanto Amin, menilai kuliah umum tersebut menjadi ruang dialog yang mempertemukan pemerintah dengan kalangan akademisi. Menurutnya, mahasiswa tidak hanya menerima informasi mengenai kebijakan pemerintah, tetapi juga diberi kesempatan menyampaikan kritik dan pandangan secara terbuka sebagai bagian dari budaya akademik.

"Ini menjadi satu bentuk dialog yang menjelaskan apa yang sudah dilakukan pemerintah, terutama program pangan yang disampaikan langsung oleh pengambil kebijakan. Ada juga forum tanya jawab untuk mengkritisi. Jadi ini adalah budaya akademik yang harus kita bangun," ujar Muryanto.

Ia menambahkan, pembahasan mengenai swasembada pangan harus didasarkan pada data yang dapat dipertanggungjawabkan secara ilmiah sehingga mampu membangun kesadaran publik.

"Kita harus bisa objektif. Data yang disampaikan merujuk kepada BPS, sehingga perlu dipastikan kebenarannya. Basisnya adalah data," ucapnya.

Muryanto berharap kuliah umum tersebut dapat menambah literasi mahasiswa mengenai sektor pertanian dan ketahanan pangan. Ia juga berharap pengalaman serta informasi yang dibagikan Menteri Pertanian dapat menjadi bekal bagi mahasiswa dalam menghadapi tantangan di masa mendatang.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....