Buka MPLS Serentak di Sragen, Mensos: Sekolah Rakyat Hanya untuk Keluarga Miskin
- 14 Jul 2026 22:11 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, SRAGEN – Menteri Sosial Saifullah Yusuf (Gus Ipul) bersama Wakil Menteri Sosial Agus Jabo Priyono dan Bupati Sragen Sigit Pamungkas secara resmi membuka Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Tahun Ajaran 2026/2027 di gedung baru Sekolah Rakyat Kabupaten Sragen yang terletak di Kecamatan Mondokan, Selasa 14 Juli.
Pembukaan ini menandai dimulainya operasional serentak gelombang baru di fasilitas permanen yang dibangun untuk memberikan akses pendidikan bagi anak-anak prasejahtera.
Mensos Saifullah Yusuf menyampaikan apresiasi yang tinggi atas kerja keras Pemerintah Kabupaten Sragen dan kolaborasi lintas kementerian yang berhasil mewujudkan fasilitas gedung permanen ini. Fasilitas tersebut merupakan komitmen negara untuk hadir di tengah masyarakat yang paling membutuhkan.
Gus Ipul juga memberikan peringatan keras dan menegaskan bahwa pihaknya tidak akan main-main terhadap petugas atau pihak mana pun yang nekat memanipulasi data peserta didik baru.
"Sekolah Rakyat ini dibiayai oleh uang rakyat dan dibangun khusus untuk anak-anak dari keluarga miskin serta miskin ekstrem yang belum terbawa dalam proses pembangunan. Oleh karena itu, akurasi data adalah harga mati. Kami tidak akan menoleransi segala bentuk manipulasi data demi memastikan program ini tepat sasaran," tegas Mensos di hadapan jajaran Forkopimda dan pengelola sekolah.

Gus Ipul bersyukur bahwa pembelajaran Sekolah Rakyat selama 1 tahun terakhir ini di gedung-gedung sementara telah berjalan dengan baik. Ada tantangan-tantangan di tahap awal, di masa-masa pembelajaran, tetapi 2-3 bulan kemudian semua sudah bisa beradaptasi, menyesuaikan dengan proses pembelajaran yang ada di lingkungan Sekolah Rakyat.
"Ini tentu kami dan Pak Wamen sangat bersyukur. Yang kedua, kita sekarang bertransisi dari gedung sementara ke gedung permanen. Ini adalah hal yang juga kami syukuri, meskipun belum semuanya di 166 titik (di Indonesia) disediakan gedung permanen karena ada kendala-kendala lahan yang belum tuntas. Tetapi setidak-tidaknya ada 93 ditambah 11. Artinya 93 itu yang sudah dalam proses pembangunan; ada yang 70 persen, ada yang 80 persen, ada yang 90 persen, dan ada yang 100 persen seperti di Kabupaten Sragen ini," kata Gus Ipul.
Menurutnya ada 11 titik Sekolah Rakyat yang masih dalam proses lelang ulang karena waktu itu ada hal-hal yang mungkin belum diperhitungkan sehingga perlu ada pengulangan pengadaan. Namun demikian, 104 semuanya sedang berproses. Akhir tahun ini rencananya akan ditambah lagi 100 pembangunan gedung permanen di berbagai titik di seluruh Indonesia.
"Khusus untuk Kabupaten Sragen, saya harus memberikan apresiasi dan rasa hormat karena Kabupaten Sragen ini memulainya paling akhir. Jadi memulai proses pembelajaran Sekolah Rakyat sementara di tahun 2025 itu di bulan September. Sementara yang lain ada di bulan Juli dan Agustus," ujarnya.
Lanjut Gus Ipul, meskipun termasuk yang paling akhir di bulan September, Pemkab Sragen kerja keras, sehingga lahan tersedia, syarat-syaratnya dicukupi, dan bisa mendapatkan kesempatan pertama untuk pembangunan gedung permanen.
Gedung baru Sekolah Rakyat di Mondokan Sragen ini nantinya diharapkan menjadi percontohan nasional dalam hal percepatan pembangunan fasilitas fisik dan pemenuhan syarat operasional, hasil dari komitmen kuat kerja kolaboratif antara pemerintah pusat dan pemerintah daerah.
Sementara itu data Kemensos menyebutkan total siswa eksisting dan baru Sekolah Rakyat di seluruh Indonesia saat ini sebanyak 43.346. Jumlah tersebut terbagi dalam 1550 rombel, meliputi jumlah siswa SD 6.305 SMP 11.186 dan SMA 11.077 siswa. MI
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....