Penyelesaian Jembatan Perintis Garuda Subulussalam Dikebut Demi Akses Ekonomi

  • 14 Jul 2026 21:37 WIB
  •  Aceh Singkil

RR.CO.ID, Subulussalam - Proses pembangunan Jembatan Perintis Garuda di Desa Pasar Panjang, Kecamatan Simpang Kiri, Kota Subulussalam, Aceh, kini telah memasuki tahap akhir. Personel Komando Distrik Militer (Kodim) 0118/Subulussalam bersama masyarakat setempat terus mempercepat pengerjaan fisik di lapangan pada Selasa 14 Juli 2026. Langkah ini dilakukan agar infrastruktur penyeberangan tersebut bisa segera difungsikan.

Pekerjaan berat yang dilakukan di bawah cuaca terik tersebut difokuskan pada tahap pengecatan seluruh bagian konstruksi utama. Aktivitas pemolesan akhir ini dinilai krusial bukan sekadar untuk mempercantik tampilan luar jembatan. Lebih dari itu, lapisan cat baru berfungsi sebagai pelindung material struktur dari korosi dan pelapukan akibat perubahan cuaca ekstrem.

Sejak pagi hari, suasana gotong royong tampak mendominasi area proyek infrastruktur desa tersebut. Sinergi antara tentara dan penduduk lokal berjalan intensif guna memastikan presisi di setiap sudut bangunan. Percepatan pengerjaan ini sengaja dipacu mengingat pentingnya keberadaan jembatan sebagai jalur penghubung logistik utama bagi warga.

Komandan Rayon Militer (Danramil) 01/Simpang Kiri, Kamaruddin, memberikan apresiasi tinggi terhadap ketahanan fisik serta dedikasi para pekerja di lapangan. Menurutnya, motivasi tim tetap terjaga karena adanya kesadaran bersama mengenai dampak besar jembatan ini bagi mobilitas harian. Kekompakan masyarakat menjadi kunci penyelesaian target waktu proyek.

"Saya mengapresiasi dedikasi seluruh personel dan masyarakat yang terus bekerja dengan penuh semangat hingga tahap finishing. Kebersamaan ini menjadi bukti nyata kemanunggalan TNI dengan rakyat. Kami berharap Jembatan Perintis Garuda segera selesai sehingga dapat memperlancar mobilitas masyarakat dan mendukung pertumbuhan ekonomi di Desa Pasar Panjang serta wilayah sekitarnya," kata Kamaruddin.

Proyek pembangunan jembatan perintis ini merupakan bagian dari program taktis Kodim 0118/Subulussalam untuk mengurai keterisolasian wilayah dan mempercepat pemulihan infrastruktur. Sebelum adanya jembatan yang memadai, akses transportasi warga sering kali terhambat rintangan geografis. Kondisi tersebut berdampak langsung pada tingginya biaya angkut komoditas lokal.

Dengan rampungnya struktur penghubung ini, jalur distribusi hasil pertanian dan perdagangan antarwilayah di Simpang Kiri dipastikan akan jauh lebih efisien. Pihak penyelenggara optimistis bahwa jembatan ini akan menstimulus lahirnya pusat aktivitas ekonomi baru di tingkat desa. Pemanfaatan jembatan secara total dijadwalkan berjalan dalam waktu dekat setelah seluruh cat mengering sempurna.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....