Menteri Kebudayaan Usul Tiga Makam Sultan Buton Berstatus Cagar Budaya Nasional
- 13 Jul 2026 14:30 WIB
- Kendari
RRI.CO.ID, Kendari – Menteri Kebudayaan Republik Indonesia, Fadli Zon , mendorong penetapan tiga makam Sultan Buton di Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, sebagai Cagar Budaya Nasional . Situs bersejarah ketiga tersebut antara lain Makam Sultan Murhum (Sultan Buton I), Sultan Himayatuddin Muhammad Saidi atau Oputa Yi Koo (Sultan Buton XX), dan La Maani atau Oputa Kabumbu Malanga (Sultan Buton XXII).
Pernyataan itu disampaikan Fadli Zon saat melakukan kunjungan kerja ke kawasan Keraton Kesultanan Buton pada Minggu, 12 Juli 2026 Dalam kunjungan tersebut, ia didampingi Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka , Wali Kota Baubau Yusran Fahim , serta Wakil Wali Kota Baubau Wa Ode Hamsinah Bolu .
Fadli Zon mengatakan, Benteng Kesultanan Buton telah lebih dahulu ditetapkan sebagai Cagar Budaya Nasional. Oleh karena itu, keberadaan makam para sultan sebagai bagian penting dari sejarah Kesultanan Buton dinilai layak memperoleh status yang sama guna memperkuat upaya pelestarian warisan budaya bangsa.
“Benteng Kesultanan Buton sudah berstatus Cagar Budaya Nasional. Kami berharap makam para sultan yang memiliki nilai sejarah tinggi juga dapat segera ditetapkan menjadi Cagar Budaya Nasional sehingga pelestarian kawasan bersejarah ini dapat dilakukan secara lebih menyeluruh,” ujar Fadli Zon.
Menurutnya, pelestarian budaya tidak hanya terfokus pada perlindungan dan konservasi, tetapi juga harus mencakup pengembangan, pemanfaatan, serta pembinaan agar warisan budaya tetap hidup dan memberikan manfaat bagi masyarakat.
Ia menegaskan, upaya tersebut memerlukan sinergi antara Kementerian Kebudayaan, Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara, Pemerintah Kota Baubau, serta seluruh pemangku kepentingan dalam menjaga dan mengembangkan kekayaan budaya daerah.
Dalam kesempatan itu, Menteri Kebudayaan bersama Gubernur Sulawesi Tenggara juga berziarah ke Makam Sultan Murhum sebagai bentuk penghormatan terhadap pendiri Kesultanan Buton. Fadli Zon menilai kawasan Keraton Buton merupakan salah satu pusat peradaban penting di Nusantara yang memiliki nilai sejarah, budaya, dan arsitektur yang sangat tinggi.
Ia optimistis, pengelolaan kawasan yang lebih baik akan meningkatkan daya tarik wisata sejarah di Baubau, sekaligus membuka peluang pengembangan sektor ekonomi kreatif, budaya, dan pariwisata.
Sementara itu, Gubernur Sulawesi Tenggara Andi Sumangerukka menyambut baik dukungan pemerintah pusat terhadap pelestarian situs-situs bersejarah di Buton. Menurutnya, ditetapkannya makam para sultan sebagai Cagar Budaya Nasional akan semakin memperkuat identitas sejarah dan budaya Sulawesi Tenggara di tingkat nasional.
Benteng Kesultanan Buton atau Benteng Wolio sendiri merupakan salah satu benteng terluas di dunia dengan panjang sekitar 2,75 kilometer . Dibangun sejak abad ke-16 menggunakan batu karang dan kapur oleh masyarakat Buton secara gotong royong, benteng ini memiliki 12 pintu gerbang (lawa) dan 16 bastion (baluara) yang menjadi ciri khas arsitektur pertahanan Kesultanan Buton serta menjadi salah satu ikon sejarah dan Kebudayaan Indonesia.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....