Dinkes Sumut Temukan Orang Dengan Masalah Kejiwaan Lewat Cek Kesehatan Gratis
- 11 Jul 2026 11:11 WIB
- Medan
RRI.CO.ID, Medan – Dinas Kesehatan (Dinkes) Provinsi Sumatera Utara mengidentifikasi adanya indikasi gangguan kesehatan jiwa masyarakat yang melakukan cek kesehatan gratis (CKG). Dari sekitar 2,8 juta warga yang mengikuti skrining kesehatan, ditemukan indikasi Orang Dengan Masalah Kejiwaan (ODMK) yang mengalami gejala kecemasan dan stres.
“Saat skrining kesehatan, kita menemukan masyarakat yang mengalami cemas dan stres yang masih dalam tahap rentang awal. Semua orang bisa mengalami hal ini, tapi harus dikendalikan agar tidak menjadi gangguan jiwa berat,” ujar Kepala Bidang (Kabid) Kesehatan Masyarakat Dinas Kesehatan Provinsi Sumatera Utara Hery Valona Bonatua Ambarita, pada temu pers di Kantor Gubernur Sumut, Jumat 10 Juli 2026.
Menurut Hery, Kementerian Kesehatan RI memperkirakan sekitar 1,2 persen populasi Indonesia mengalami gejala kecemasan dan stres yang berpotensi menjadi masalah kesehatan jiwa apabila tidak ditangani dengan baik.
“Artinya, dari 10 orang terdapat satu hingga dua orang ODMK. Kondisi ini masih situasional, makanya harus dikendalikan dengan meningkatkan pertahanan diri juga edukasi dan terapi,” kata Hery.
Ia menjelaskan, hasil skrining menunjukkan kelompok remaja menjadi yang paling banyak terindikasi mengalami kecemasan dan stres. Faktor penyebabnya antara lain beban tugas sekolah yang tinggi. Selain itu, orang dewasa juga banyak mengalami tekanan akibat persoalan ekonomi, seperti kebutuhan biaya pendidikan anak dan tuntutan hidup lainnya.
Untuk menangani persoalan tersebut, pemerintah menjalankan dua pendekatan. Pertama, melakukan deteksi dan penanganan dini terhadap ODMK agar tidak berkembang menjadi gangguan jiwa berat.
Kedua, memberikan pelayanan komprehensif bagi Orang Dengan Gangguan Jiwa (ODGJ) yang membutuhkan penanganan dokter spesialis jiwa, terapi intensif, hingga perawatan di rumah sakit. Pihaknya diberi target untuk melakukan skrining terhadap 22 ribu orang terkait dengan kesehatan jiwa.
"Sekarang sudah mencapai 13 ribu lebih atau 67 persen yang sudah diskrining. Kami yakin pada Desember nanti kita dapat mencapai target,” ujarnya.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....