Agroforestry Tebu di Hutan Perhutani Dorong Swasembada Gula Nasional
- 10 Jul 2026 12:44 WIB
- Semarang
RRI.CO.ID.Grobogan - Pengembangan tebu melalui skema Kemitraan Kehutanan dan Agroforestry Tebu Mandiri (ATM) di kawasan hutan Perhutani KPH Purwodadi terus berkontribusi mendukung Program Swasembada Gula Nasional. Pada 2026, KPH Purwodadi menargetkan produksi tebu sebanyak 30.090 ton dari areal seluas 429,86 hektare.
Hingga awal Juli 2026, realisasi produksi telah mencapai sekitar 7.600 ton atau lebih dari 25 persen dari target tahunan. Hasil panen tersebut secara bertahap dikirim ke PG Rendeng Kudus, PG Trangkil Pati, dan PG Madukismo Yogyakarta untuk mendukung ketersediaan bahan baku industri gula nasional.
Pemanfaatan kawasan hutan untuk budidaya tebu dilakukan melalui pola agroforestry yang mengoptimalkan ruang tumbuh tanpa mengurangi fungsi pokok kawasan hutan. Pola ini tidak hanya mendukung peningkatan produksi gula nasional, tetapi juga memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat desa hutan sekaligus menjaga keberlanjutan fungsi ekologis kawasan.
Administratur Perhutani KPH Purwodadi, Untoro Tri Kurniawan, mengatakan capaian produksi hingga pertengahan tahun menunjukkan perkembangan yang positif menuju target produksi 2026. Target produksi tebu KPH Purwodadi pada tahun 2026 sebesar 30.090 ton dan hingga saat ini pihaknya telah merealisasikan sekitar 7.600 ton dan optimistis target tersebut dapat tercapai pada akhir musim giling.
"Keberhasilan ini merupakan hasil sinergi Perhutani bersama Mitra, petani, dan pabrik gula dalam mengembangkan Agroforestry Tebu Mandiri maupun pola kemitraan. Seluruh kegiatan dilaksanakan dengan tetap mengedepankan prinsip pengelolaan hutan lestari, sehingga produktivitas meningkat tanpa mengurangi fungsi ekologis kawasan hutan," ujar Untoro melalui keterangan tertulis, Jumat, 10 Juli 2026.
Menurut Untoro, pengembangan komoditas tebu di kawasan hutan merupakan implementasi konsep ekonomi hijau. Melalui pendekatan tersebut, pemanfaatan lahan dilakukan secara produktif dengan tetap menjaga kelestarian tegakan, konservasi tanah dan air, serta keberlanjutan ekosistem hutan.
Apresiasi terhadap capaian tersebut juga disampaikan General Manager PG Rendeng, Erwin Fitri Hatmoko. Ia menilai Perhutani KPH Purwodadi memiliki peran penting dalam menjaga kontinuitas pasokan bahan baku tebu bagi industri gula.
"Realisasi produksi yang telah mencapai sekitar 7.600 ton menunjukkan progres yang sangat baik menuju target 30.090 ton pada tahun ini. Kami berharap sinergi yang telah terjalin terus diperkuat sehingga mampu mendukung peningkatan produksi gula nasional sekaligus memberikan manfaat ekonomi bagi masyarakat sekitar kawasan hutan dengan tetap memperhatikan aspek kelestarian lingkungan," katanya.
Menurutnya, selain mendukung ketahanan pangan melalui peningkatan produksi gula, program Agroforestry Tebu Mandiri juga memberikan dampak ekonomi bagi masyarakat desa hutan. Program ini membuka lapangan kerja, meningkatkan pendapatan petani mitra, memperkuat kelembagaan Lembaga Masyarakat Desa Hutan (LMDH), serta mendorong tumbuhnya ekonomi berbasis kehutanan yang berkelanjutan.
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....