BPBD Sragen Siapkan 500 Tangki Air Bersih Hadapi Kemarau
- 10 Jul 2026 07:33 WIB
- Surakarta
RRI.CO.ID, Surakarta – Musim kemarau mulai dirasakan di Kabupaten Sragen. Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Sragen mulai menyalurkan bantuan air bersih kepada warga yang terdampak kekeringan, meski hingga saat ini permohonan bantuan baru berasal dari satu desa.
Dalam program dialog Tanggap Bencana RRI Surakarta pada Selasa, 7 Juli 2026, Kepala Pelaksana BPBD Kabupaten Sragen, R. Triyono Putro, S.H., M.Si, mengatakan pihaknya telah melakukan kesiapsiagaan sejak sebelum musim kemarau tiba dengan memetakan wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan. "Untuk kondisi yang saat ini ada beberapa wilayah yang sudah terdampak itu di Desa Poleng, Kecamatan Gesi. Saat ini baru dua dukuh, dua RT, satu desa. Itu yang kami sudah dropping air bersih ke wilayah tersebut," ujarnya.
Dua wilayah yang telah menerima bantuan air bersih tersebut yakni Dukuh Grengseng RT 5 dan Dukuh Bendorejo RT 10 di Desa Poleng. Selain Kecamatan Gesi, permohonan bantuan juga mulai masuk dari Kecamatan Tangen dan sedang dalam proses verifikasi lapangan.
BPBD telah memetakan sebanyak 34 desa di Kabupaten Sragen sebagai wilayah yang berpotensi mengalami kekeringan selama musim kemarau. Namun, hingga kini baru dua kecamatan yang mengajukan permohonan bantuan.
"Jadi 34 desa yang kita potensikan itu baru ada permintaan dari Kecamatan Gesi dan Kecamatan Tangen. Kecamatan Gesi sudah kami respons dan untuk Kecamatan Tangennya dalam proses saat ini," katanya.
Dalam penyaluran bantuan, setiap tangki membawa 5.000 liter air bersih. Hingga saat ini BPBD telah mendistribusikan tiga tangki atau sekitar 15.000 liter air kepada masyarakat terdampak.
Menurut Triyono, indikator utama pemberian bantuan adalah ketika sumber air yang selama ini digunakan masyarakat sudah tidak mampu memenuhi kebutuhan dasar sehari-hari. "Sumber mata airnya sudah menipis dan berkurang, tidak sesuai dengan kondisi normalnya. Tentunya kami respons dengan bantuan dropping air bersih," ucapya.
Ia menjelaskan, wilayah utara Kabupaten Sragen atau yang dikenal sebagai Brang Lor memiliki karakteristik tanah tadah hujan Intinya lebih rentan mengalami kekeringan dibanding wilayah selatan yang memiliki sumber mata air lebih melimpah.
Berdasarkan pemetaan BPBD, apabila musim kemarau berlangsung sesuai perkiraan, sekitar 14.000 kepala keluarga atau sekitar 65.000 jiwa berpotensi terdampak kekeringan. Sementara saat ini jumlah warga yang telah menerima bantuan mencapai sekitar 100 kepala keluarga atau 358 jiwa.
Menghadapi potensi kemarau yang lebih panjang, BPBD Kabupaten Sragen telah menyiapkan anggaran dan logistik untuk mendistribusikan sekitar 500 tangki air bersih, setara sekitar 2,5 juta liter air. "Kami menyiapkan dropping perkiraan sebanyak 500 tangki air bersih. Anggaran kami sudah siap dan apabila nanti dampaknya semakin masif, kami juga menggandeng teman-teman CSR, perbankan, dan masyarakat secara umum," ujar Triyono.
Selain distribusi air bersih, BPBD juga terus melakukan langkah mitigasi jangka panjang melalui pembangunan sumur bor di sejumlah titik serta menggandeng berbagai pihak dalam upaya penyediaan sumber air bersih. Meski demikian, status penanganan bencana kekeringan di Kabupaten Sragen hingga kini masih berada pada tahap siaga, belum ditingkatkan menjadi tanggap darurat.
"Kalau yang saat ini masih hanya satu desa. Nanti kalau masyarakat yang terdampak semakin luas, tentunya kami laporkan kepada pimpinan daerah untuk menentukan status tanggap darurat," katanya.
BPBD juga mengingatkan masyarakat untuk mewaspadai potensi bencana lain selama musim kemarau, seperti kebakaran hutan, lahan, maupun permukiman. Masyarakat diminta tidak membakar sampah sembarangan, berhati-hati menggunakan lilin saat listrik padam, serta memastikan instalasi listrik dalam kondisi aman.
Di akhir wawancara, Triyono mengimbau masyarakat menggunakan air secara hemat serta memanfaatkan bantuan air bersih sesuai kebutuhan pokok. "Harapan kami, penggunaan air bersih gunakanlah sepenuhnya untuk kebutuhan dasar. Jadi hemat, efisien, sesuai kebutuhan. Tetap tenang dan tidak panik," ucapnya..
Kata Kunci / Tags
Rekomendasi Berita
Memuat berita terbaru.....