FKM Unhas Dukung Pembangunan Kesehatan Masyarakat Melalui PBL III

  • 08 Jul 2026 10:19 WIB
  •  Makassar

RRI.CO.ID,Makassar - Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin menyelenggarakan Expo Praktik Belajar Lapangan (PBL) III sekaligus Penarikan Mahasiswa PBL Tahun 2026 di Kantor Bupati Soppeng pada selasa 7 juli 2026. Kegiatan ini menjadi momentum penting dalam menegaskan peran perguruan tinggi dalam mendukung pembangunan kesehatan masyarakat, pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), serta arah pembangunan nasional melalui Asta Cita.

Mengusung tema “Akselerasi Derajat Kesehatan: Mobilisasi Aset, Realisasi Program, dan Pengukuran Dampak”, PBL III diarahkan untuk mendorong mahasiswa tidak hanya memahami permasalahan kesehatan masyarakat, tetapi juga mampu menggerakkan potensi lokal, melaksanakan intervensi berbasis kebutuhan masyarakat, serta melakukan monitoring dan evaluasi terhadap dampak program.

Expo PBL III menampilkan berbagai hasil implementasi program kesehatan masyarakat yang telah dilakukan mahasiswa di desa dan kelurahan lokasi PBL. Program yang dipamerkan merupakan hasil proses panjang sejak identifikasi masalah, pemetaan aset komunitas, perencanaan intervensi, pelaksanaan kegiatan, hingga evaluasi capaian program.

Hadir dalam kegiatan tersebut Bupati Soppeng yang diwakili oleh Plt. Kepala Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng, Drs. Muhammad Evinuddin, MPA; Dekan Fakultas Kesehatan Masyarakat Universitas Hasanuddin yang diwakili oleh Sekretaris Gugus Penjaminan Mutu dan Peningkatan Reputasi, Dr. Nurzakiah, S.KM., M.KM; Sekretaris Program Studi S1 Ilmu Kesehatan Masyarakat FKM Unhas, Asisten Bidang Pemerintahan dan Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Soppeng, Sekretaris Dinas Kesehatan Kabupaten Soppeng, Kepala Bagian Kesejahteraan Rakyat Setda Kabupaten Soppeng, para Camat se-Kabupaten Soppeng, Lurah, Kepala Desa, Pengelola PBL III, supervisor, serta tamu undangan lainnya.

Plt. Kepala Dinas Kesehatan menyampaikan apresiasinya kepada FKM Unhas atas kontribusinya dalam mendukung pembangunan kesehatan di Kabupaten Soppeng. ”Kehadiran mahasiswa PBL ini kami nilai tidak hanya sebagai bagian dari proses akademik saja, akan tetapi juga sebagai bentuk kemitraan strategis dalam membantu masyarakat yang ada di kabupaten soppeng ini dalam mengenali masalah kesehatan, dan bagaimana memanfaatkan potensi lokal yang ada , serta memperkuat perilaku hidup sehat masyarakat kita,” ungkap Drs. Muhammad Evinuddin, MPA .

Mewakili Dekan FKM Unhas, Sekretaris Gugus Penjaminan Mutu dan Peningkatan Reputasi menegaskan bahwa PBL merupakan bagian dari pembelajaran berbasis pengalaman yang bertujuan membentuk lulusan kesehatan masyarakat yang adaptif, kolaboratif, dan responsif terhadap tantangan pembangunan kesehatan. Melalui PBL, mahasiswa dilatih untuk berpikir sistematis, bekerja bersama masyarakat, serta menghasilkan program yang dapat diukur dampaknya.

Pelaksanaan PBL III memiliki relevansi kuat dengan pencapaian SDGs, khususnya SDG 3 tentang Kehidupan Sehat dan Sejahtera, SDG 4 tentang Pendidikan Berkualitas, SDG 11 tentang Kota dan Permukiman yang Berkelanjutan, serta SDG 17 tentang Kemitraan untuk Mencapai Tujuan. Melalui kegiatan lapangan, mahasiswa belajar mengintegrasikan ilmu kesehatan masyarakat dengan praktik pemberdayaan, kolaborasi lintas sektor, dan penguatan partisipasi masyarakat.

Dalam konteks Asta Cita, kegiatan ini sejalan dengan agenda peningkatan kualitas sumber daya manusia, penguatan pembangunan dari desa, peningkatan pelayanan kesehatan, serta penguatan kolaborasi antara pemerintah, perguruan tinggi, dan masyarakat. Praktik Belajar Lapangan menjadi ruang aktualisasi bagi mahasiswa untuk menerapkan ilmu secara langsung sekaligus mendukung pemerintah daerah dalam merumuskan solusi kesehatan yang berbasis data, aset lokal, dan kebutuhan masyarakat.

google-preference

Rekomendasi Berita

Berita Terbaru Lainnya

Memuat berita terbaru.....